Beda Genre, Beda Beban: Ini Teknologi POCO X8 Pro Series Tangani Game Berat

Sedang Trending 3 jam yang lalu

POCO X8 Pro Series mengandalkan layar 120 Hz, Dimensity, pendingin 3D IceLoop dan baterai besar untuk menangani beragam game berat.

POCO X8 Pro Series. dok. POCO

Perkembangan game mobile membikin kebutuhan performa smartphone semakin tinggi. Tak hanya kualitas grafis, stabilitas frame rate, respons layar, pengelolaan suhu hingga daya tahan baterai menjadi aspek krusial untuk memberikan pengalaman bermain nan optimal.

Setiap aliran game apalagi mempunyai karakter beban berbeda. Game MOBA memerlukan respons layar cepat, first-person shooter (FPS) menuntut kestabilan performa, sedangkan game open-world memberikan tekanan lebih besar terhadap chipset dan sistem pendinginan.

POCO mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui POCO X8 Pro Series, nan mengandalkan kombinasi layar AMOLED 120 Hz, chipset MediaTek Dimensity, sistem pendinginan POCO 3D IceLoop, hingga baterai berkapasitas besar.

"Kita tahu para mobile gamer saat ini super perfeksionis dan pengen dapet pengalaman gaming rata kanan selevel konsol. Masalahnya, tiap aliran game punya karakter berbeda nan punya langkah tersendiri buat menyiksa hape," ujar Product Marketing Manager POCO Indonesia Satryo Rachmat.

Menurut dia, POCO X8 Pro Series dirancang untuk menghadapi kebutuhan performa dari beragam aliran game. 

"Apapun aliran game nan lo mainin, sikat aja!" katanya.

Untuk game MOBA seperti Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, dan League of Legends: Wild Rift, kecepatan respons terhadap sentuhan menjadi salah satu aspek nan menentukan pengalaman bermain.

POCO X8 Pro Series menggunakan layar AMOLED beresolusi 1.5K dengan refresh rate hingga 120 Hz. Layarnya mempunyai touch sampling rate 480 Hz nan dapat meningkat hingga instant touch sampling rate 2.560 Hz melalui Game Turbo Mode.

Spesifikasi tersebut ditujukan untuk memperkecil jarak antara sentuhan pengguna dengan respons nan ditampilkan pada layar, terutama ketika pemain memerlukan aktivitas alias penggunaan skill secara cepat.

Tantangan berbeda muncul ketika memainkan game FPS dan battle royale seperti PUBG Mobile, Call of Duty: Mobile, dan Free Fire. 

Smartphone kudu memproses lingkungan permainan sekaligus mempertahankan frame rate ketika banyak objek alias pemain muncul dalam satu area.

Untuk kebutuhan tersebut, POCO X8 Pro Max menggunakan MediaTek Dimensity 9500s berarsitektur All Big Core dengan kecepatan hingga 3,73 GHz dan GPU Immortalis-G925.

Sementara POCO X8 Pro mengandalkan Dimensity 8500-Ultra nan dipadukan dengan GPU Mali-G720. POCO menyatakan kombinasi tersebut menghasilkan peningkatan performa skematis hingga 25 persen.

POCO menyebut konfigurasi perangkat keras tersebut ditujukan untuk menopang permainan pada 90 fps hingga 120 fps. 

Namun, performa aktual tetap dapat berbeda berjuntai pada game, pengaturan grafis, suhu perangkat, dan support frame rate masing-masing aplikasi.

POCO turut menyematkan stereo speaker untuk membantu menghasilkan pengalaman audio lebih imersif, termasuk ketika pemain perlu mengenali arah bunyi di dalam permainan.

Beban lebih berat dapat muncul pada game open-world dan action RPG seperti Genshin Impact, Honkai: Star Rail, serta Wuthering Waves. 

Pemrosesan skematis 3D secara terus-menerus dapat meningkatkan temperatur perangkat dan berpotensi menyebabkan thermal throttling alias penurunan performa untuk mengendalikan suhu.

POCO X8 Pro Series mengantisipasinya melalui sistem pendinginan POCO 3D IceLoop berbasis LiquidCool. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu membuang panas sehingga chipset dapat mempertahankan performanya ketika bekerja dalam waktu panjang.

Ponsel ini juga menggunakan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 untuk menunjang proses pemuatan info serta perpindahan aplikasi dengan lebih cepat.

Daya tahan menjadi kebutuhan berbeda bagi pemain game simulasi dan sandbox, termasuk Roblox, TheoTown, dan Last War. 

Game semacam ini dapat membikin pengguna menghabiskan waktu lebih lama di depan layar untuk mengelola permainan alias melakukan multitasking.

POCO X8 Pro Max dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas 8.500 mAh, sedangkan POCO X8 Pro menggunakan baterai 6.500 mAh.

Keduanya turut mendukung 100W HyperCharge untuk mempercepat pengisian ketika baterai habis. Kapasitas baterai besar tersebut menjadi salah satu pendekatan POCO untuk menjaga waktu penggunaan ketika smartphone menjalankan game dalam lama panjang.

Selengkapnya
Sumber Tek.id
Tek.id