
Beda dengan Purbaya, Bahlil Pastikan Harga BBM Pertalite Tak Naik meski Minyak Dunia Tembus USD100 (Foto: Setpres)
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan nilai BBM subsidi seperti Pertalite tidak bakal naik meski saat ini nilai minyak bumi sudah tembus USD100 per barel. Harga minyak melampaui dugaan makro di APBN nan dipatok USD70 per barel.
Pernyataan ini berbanding terbalik dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa nan membuka opsi meningkatkan nilai BBM subsidi jika nilai minyak bumi mencapai USD92 per barel.
"Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga, lantaran sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan nilai BBM untuk subsidi," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Sementara itu, Bahlil mengatakan, kesiapan stok BBM nasional tidak ada masalah meski sampai pada 21 hari. Justru nan perlu menjadi perhatian serius adalah akibat peningkatan nilai nan sudah melampaui dugaan makro APBN. Kondisi ini praktis menakut-nakuti anggaran subsidi nan nembengkak jika kudu menutup kekurangan lebih besar.
"Problem kita sekarang bukan stok, stok tidak ada masalah, sudah ada semua. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah kita sekarang sedang meng- exercise untuk melakukan langkah nan komprehensif," sambungnya.
Dia mengatakan, kenaikan nilai minyak itu merupakan akibat dari peningkatan eskalasi nan terjadi antara Amerika dan Iran hingga menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Selat ini menjadi jalur perdagangan daya dunia dengan pangsa pasar hingga 20 persen.
"Memang jika kita melihat, posisi nilai minyak bumi sekarang sudah melampaui USD100 dolar per barel. Inilah nan terjadi di dunia akibat dampak dari perang Iran melawan Israel dan Amerika," ujarnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·