BBM-LPG Subsidi Tidak Naik, Bahlil: Perintah Presiden!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan BBM dan LPG subsidi tidak mengalami kenaikan harga. Meskipun nilai BBM non subsidi Pertamax baru saja mengalami kenaikan, LPG non subsidi juga sempat naik harganya sejak awal tahun.

Hal ini diungkapkan Bahlil di depan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Pembukaan Munas HIPMI XVII di Lampung. Dia berbincang sebagai Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Bahlil menyatakan kebijakan tersebut merupakan perintah langsung dari Prabowo kepadanya.

"Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah presiden, tidak ada kenaikan," tegas Bahlil dalam pidato nan disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian nilai jual BBM nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik mulai hari ini. Harga Pertamax naik dari sebelumnya Rp 12.300/liter menjadi Rp 16.250/liter. Pertamax Green 95 dari Rp 12.900/liter menjadi Rp 17.000/liter. Sementara, nilai BBM bersubsidi tetap. Harga Pertalite Rp 10.000/liter dan Biosolar Rp. 6.800/liter.

Penyesuaian nilai ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai sistem pertimbangan berkala nan mempertimbangkan perkembangan nilai minyak bumi serta nilai pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian nilai BBM non subsidi mengikuti izin nan bertindak dan merupakan bagian dari penerapan tata kelola daya nan bermaksud untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan daya bagi masyarakat.

"Penyesuaian nilai Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses pertimbangan sesuai formula nilai nan ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan daya dan pengedaran BBM berbobot bagi masyarakat terus melangkah optimal," ujar Roberth dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (10/6/2026).

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance