Baznas Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Baznas Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyerahkan secara simbolis support beasiswa pendidikan senilai Rp22 miliar bagi mahasiswa Palestina kepada Duta Besar Palestina saat aktivitas pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. 

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan alokasi danasiwa ini berasal dari total biaya kemanusiaan Palestina nan terhimpun mencapai Rp200 miliar, sebagai gambaran besarnya rasa kepedulian dan solidaritas umat Islam Indonesia.

“Di antara alokasi biaya tersebut antara lain adalah untuk danasiwa mahasiswa Palestina nan ada di Indonesia, di mana pada tahap pertama teralokasikan sebesar Rp22 miliar hasil kerja sama rekrutasi dan pembinaan antara Baznas, MUI, dan Kemendikbudristek,” jelas Sodik dilansir dari keterangan resmi, Selasa (28/7). 

Sodik memastikan, penyaluran danasiwa tersebut menggunakan biaya kemanusiaan nan secara unik dihimpun untuk Palestina.

“Dana ini merupakan amanah masyarakat Indonesia nan sejak awal diperuntukkan bagi rakyat Palestina. Jadi, tidak mengurangi maupun menggunakan alokasi biaya ZIS untuk program-program Baznas di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, selain program pendidikan, Baznas RI juga telah berkoordinasi dengan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengenai rencana penyaluran biaya support kemanusiaan Palestina untuk pembangunan prasarana bentuk di sana.

Lebih lanjut, Sodik meyakinkan arus kepedulian dan antusiasme dari beragam lapisan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga swasta dalam mempercayakan serta menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina melalui Baznas RI terbukti tetap sangat tinggi, masif, dan konsisten.

“Per hari ini masyarakat, organisasi, dan lembaga nan membantu Palestina tetap sangat semangat serta banyak nan menitipkannya ke Baznas,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan kerjasama program danasiwa ini berfokus pada penguatan kapabilitas anak-anak Palestina di tengah beragam keterbatasan guna mencetak generasi penerus nan bisa membangun kembali masa depan bangsanya.

Ia menyebut peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi kunci utama agar suatu bangsa nan sedang menghadapi krisis dapat bangkit dan berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

“Sebagai orang beragama kudu optimistis, jangan pernah menyerah dan putus asa lantaran Allah mengingatkan wala tahinu wala tahzanu wa antumul a’lawna in kuntum mu’minin (janganlah Anda merasa lemah dan jangan pula berduka hati, karena Anda paling tinggi derajatnya jika Anda orang-orang beriman), sehingga segala tantangan maupun ujian kudu dihadapi untuk bisa terus bangkit,” tuturnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia