Baznas dan LPAI Perkuat Perlindungan Anak Keluarga Prasejahtera

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Baznas dan LPAI Perkuat Perlindungan Anak Keluarga Prasejahtera Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berbareng Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) bersinergi memperkuat perlindungan anak Indonesia secara berkelanjutan, terutama bagi anak dari family prasejahtera, sebagai upaya membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Nasional Perlindungan Anak (Fornas PA) ke-VII di Jakarta, Sabtu (8/8/2026) nan dihadiri oleh Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, Ketua Umum (Ketum) LPAI  Samsul Ridwan, serta tokoh perlindungan anak Indonesia, Seto Mulyadi (Kak Seto). 

Dalam sesi dialog, Rizaludin memaparkan materi berjudul “Optimasi Dana Publik ZIS-DSKL untuk Perlindungan Anak Indonesia Berkelanjutan”. Ia mengatakan, upaya perlindungan anak perlu diperkuat melalui pencegahan risiko, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kapabilitas anak.

“Persoalan seperti stunting, malnutrisi, putus sekolah, pekerja anak, pernikahan dini, kekerasan, trauma, hingga kemiskinan antargenerasi memerlukan intervensi terintegrasi. Penguatan ketahanan ekonomi family menjadi bagian krusial dari strategi ini,” ujar Rizaludin.

Lebih lanjut, Rizaludin mengatakan, perlindungan anak perlu melibatkan tiga unsur nan saling berkaitan, ialah anak, keluarga, dan lingkungan. Menurutnya, anak nan aman, tidak dapat dipisahkan dari kondisi family nan handal serta lingkungan nan mendukung tumbuh kembangnya.

Dalam perihal tersebut, Rizaludin mengatakan, Baznas berkomitmen untuk terus mengoptimalkan biaya zakat, infak, sedekah, dan biaya sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), termasuk untuk mendukung beragam kebutuhan anak dan keluarganya. Pemanfaatan biaya tersebut mencakup bagian kesehatan, pendidikan, perlindungan khusus, penguatan ekonomi keluarga, hingga edukasi dan advokasi.

“Anak bukan sekadar penerima manfaat, melainkan sumber daya manusia masa depan Indonesia. Kualitas Indonesia 2045 ditentukan oleh kualitas anak Indonesia hari ini. Setiap rupiah nan mencegah kerentanan anak hari ini adalah investasi untuk memutus kemiskinan antargenerasi,” katanya.

Upaya tersebut didukung oleh besarnya potensi biaya sosial keagamaan di Indonesia. Berdasarkan Survei ZISWAF Nasional Indikator 2026 nan dipaparkan dalam forum, potensi riil ZISWAF nasional diperkirakan mencapai Rp343,1 triliun per tahun.

“Baznas tidak menggantikan negara dalam perlindungan anak, tetapi memperkuat ekosistem perlindungan anak melalui instrumen filantropi Islam,” ujar Rizaludin.

Ia menilai kerjasama antara lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, bumi usaha, dan lembaga filantropi diperlukan agar perlindungan anak tidak melangkah sendiri-sendiri. Kolaborasi tersebut dapat mempertemukan sumber daya, jaringan, keahlian, dan kapabilitas jasa nan dimiliki setiap pihak.

Sementara itu, Samsul Ridwan menyambut baik kerjasama berbareng Baznas RI nan dinilainya menjadi momentum untuk memperkuat strategi pencegahan dalam perlindungan anak. 

"LPAI mempunyai jaringan dan pengalaman, Baznas mempunyai kekuatan dalam pengelolaan biaya sosial, sementara pemerintah dan masyarakat mempunyai sumber daya masing-masing. Jika semua ini dipertemukan, kita bisa membangun ekosistem perlindungan anak nan jauh lebih kuat," kata Samsul.

Samsul menegaskan kesiapan LPAI untuk bekerja-sama secara terbuka dengan Baznas RI, pemerintah, bumi usaha, maupun komponen masyarakat lainnya.

"Ukuran keberhasilan perlindungan anak bukan hanya seberapa banyak kasus nan kita tangani, melainkan berapa banyak kasus nan sukses kita cegah. Anak nan aman, family nan kuat, dan lingkungan nan ramah anak adalah tujuan nan kudu kita perjuangkan bersama," ujarnya. (H-2)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia