Bayi 2 Minggu di Tengah Kepungan Asap Karhutla, BNPB: Akan Koordinasi

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Ilustrasi bayi. Foto: Natalie Zepp Photography/Shutterstock

Bayi berumur 2 minggu disebut terdampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di Kalimantan Tengah dan viral di media sosial.

Dalam unggahan nan beredar di media sosial Threads, bayi itu disebut semestinya berada di dalam bilik dengan pendingin ruangan (AC) dan air purifier untuk mengurangi paparan asap karhutla.

Namun, kondisi itu terganggu akibat pemadaman listrik nan terjadi di wilayah tersebut.

Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pihaknya bakal memantau info tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN.

“Untuk adanya info nan tadi di media sosial tentu kami bakal pantau, dan tentu kami juga bakal melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, apalagi dengan masalah listrik PLN untuk memastikan agar listrik tetap jalan andaikan memang tidak ada hal-hal nan membahayakan ketika listrik untuk dijalankan,” kata Berton saat ditemui di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (15/9).

Seorang anak nan mengalami indikasi jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) mendapatkan perawatan dengan nebulizer di Posko Kesehatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Puskesmas Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Berton menyayangkan kondisi tersebut. Ia mengatakan BNPB bakal berkoordinasi dengan PLN dan dinas mengenai untuk menyelesaikan persoalan kelistrikan nan berakibat terhadap penduduk di wilayah terdampak karhutla.

“Tentu ini patut kita sayangkan dan kita ikut prihatin, dan mudah-mudahan kelak kami bekerja sama dengan, koordinasikan dengan pihak PLN maupun dinas-dinas mengenai untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Sementara dalam narasi nan beredar, bayi tersebut juga disebut tidak dapat berjemur pada pagi hari lantaran kondisi asap nan tebal di sekitar tempat tinggalnya.

Unggahan itu juga menyebut bayi tersebut tidak dapat dievakuasi ke luar pulau lantaran usianya nan tetap sangat kecil.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan