Lasarus menegaskan, jika darurat perlintasan sebidang tersebut tidak segera diselesaikan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan kecelakaan kereta api bakal terus terjadi di Indonesia. Ia mengingatkan, jalur kereta api semestinya bebas dan steril dari segala hambatan.
"Makanya di seluruh bumi ini jalur kereta api itu clear and clean, selain di Indonesia. Oleh karena itu jika darurat perlintasan sebidang tidak tertangani dengan baik, maka ada ribuan kemungkinan kecelakaan bakal kembali terjadi," tegas Lasarus.
Berdasarkan info KAI, jumlah perlintasan sebidang pada 2024, tercatat sebanyak 3.896 perlintasan sebidang, nan terdiri atas 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 perlintasan tidak terdaftar. Dari jumlah tersebut, 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 perlintasan belum dijaga.
Memasuki 2025, jumlah perlintasan sebidang menurun menjadi 3.703 titik, nan mencakup 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 perlintasan tidak terdaftar.
Desember 2025, pada periode nan sama, perlintasan nan telah dijaga sebanyak 1.864 titik, sedangkan perlintasan nan tidak dijaga berkurang menjadi 912 titik.
Diketahui, terjadi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. Akibat kejadian tersebut, sebanyak tujuh orang meninggal bumi dan puluhan orang lainnya tetap menjalani perawatan intensif.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·