Hendak tawuran, tiga remaja asal Kota Pekalongan dan Batang hanya tertunduk setelah ditangkap penduduk dan diamankan Polsek Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.(MI/Akhmad Safuan)
HENDAK melakukan tindakan tawuran menggunakan senjata tajam, tiga remaja berasal dari sejumlah wilayah ditangkap penduduk di Kawasan Pasar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, sedangkan tiga remaja lain tergabung dalam geng Pangeran Gading Mas sukses melarikan diri.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (5/6) tiga remaja ialah AF (16), penduduk Wonotunggal, Kabupaten Batang, MA (14), penduduk Tirto, Kota Pekalongan dan MB (16), penduduk Medono, Kota Pekalongan hanya menundukkan kepala ketika ditangkap dan digiring sejumlah penduduk Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Ketiga remaja dari sejumlah wilayah tergabung dalam geng Pangeran Gading Mas (PGM) tersebut, setelah diinterogasi oleh penduduk nan menangkapnya semakin ciut ketika diserahkan ke Polsek Wiradesa untuk pengusutan lebih lanjut, atas dugaan berencana tawuran dengan golongan lain di area itu.
"Warga berprasangka ketika memandang sekelompok remaja mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam pada tengah malam, kemudian tidak orang sukses ditangkap dan tiga lainnya sukses melarikan diri," ujar Subarkah, salah seorang penduduk Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Menurut Suwarno, penduduk lainnya setelah tertangkap dan diintrogasi warga, ketiga remaja tersebut mengaku hendak melakukan tindakan tawuran dengan golongan Kampung Selatan 233 nan berasal dari Wonokerto Kulon dengan titik jumpa di Kawasan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.
"Namun baru sampai Wiradesa ketiga remaja berboncengan satu motor itu sukses diringkus warga," tambahnya.
Kepala Polsek Wiradesa Iptu Maman Sugiarto mengatakan setelah sukses ditangkap oleh warga, ketiga remaja dari Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan tersebut kemudian diserahkan ke Polsek untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut dan untuk sementara diamankan berikut peralatan bukti.
"Kami tetap melakukan pengusutan dan memburu tiga remaja lain nan sukses melarikan diri saat dilakukan penangkapan," ujar Maman Sugiarto.
Berdasarkan pengakuan ketiga remaja tersebut, lanjut Maman Sugiarto, golongan tersebut berangkat hendak tawuran sebanyak 6 orang dengan mengendarai 2 sepeda motor, mereka melakukan, komunikasi, dan tantangan antar golongan dilakukan melalui media sosial dan sepakat berjumpa di satu titik untuk tawuran.
Namun penduduk Wiradesa nan curigai terhadap aktivitas remaja tersebut, demikian Maman Sugiarto, apalagi terlihat salah seorang diantara membawa senjata tajam segera melakukan penangkapan.
"Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada penduduk nan cukup peka terhadap kondisi lingkungan," imbuhnya. (AS)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·