Bauran Energi Terbarukan RI Baru Capai 17,3%, Terbesar dari Biodiesel

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam negeri ditopang oleh sumber bioenergi, khususnya dari mandatori biodiesel sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM). Per Semester I-2026, bauran EBT dalam negeri baru mencapai nomor 17,3% dari total pemanfaatan beragam sumber daya primer di Tanah Air.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, capaian itu perlu didorong oleh percepatan investasi. Hal itu lantaran pertumbuhan kapabilitas terpasang saat ini tetap tergolong landai dibandingkan sasaran jangka panjang.

"Dan dalam perihal ini kami dapat laporkan Bapak (Wamen ESDM) tentang capaian daya baru terbarukan nan saat ini ada itu jika kita memandang dari capaian daya mix nasional itu baru mencapai 17,3% di semester ini," ungkapnya saat memberikan laporan di hadapan Wakil Menteri ESDM Yuliot dalam aktivitas The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026, di JIExpo Kemayoran, Rabu (2/9/2026).

Rinciannya, porsi bauran EBT sebesar 17,3% tersebut terbagi menjadi dua sektor, ialah kelistrikan dan non-kelistrikan. Pada sektor non-kelistrikan, penggunaan FAME biodiesel mencatatkan porsi tertinggi sebesar 5,01%, disusul oleh biomassa sebesar 2,82%.

"Kalau kita perhatikan di sini ini nan paling besar adalah bio. Jadi sumber daya di Indonesia nan paling mempunyai share terbanyak adalah bioenergi," jelasnya.

Sementara itu, bauran dari sektor kelistrikan disumbang oleh pembangkit listrik bio sebesar 4,19% dan tenaga air (PLTA) 2,69%. Adapun panas bumi (PLTP) berkontribusi sebesar 1,84%, tenaga surya (PLTS) 0,51%, dan tenaga bayu alias angin (PLTB) tetap berada di nomor 0,06%.

"Nah pada kali nan pertama memang Pak Presiden meluncurkan di Juli B50. Ini salah satu upaya kita untuk menunjukkan bahwa kemandirian daya itu bisa disuplai dari kita sendiri. Dan sasaran B50 ini ini bisa menyetop impor solar kita," tambahnya.

Saat ini, total kapabilitas terpasang pembangkit EBT nasional telah menyentuh 16,32 Giga Watt (GW), naik secara berjenjang dari posisi 12 GW pada tahun 2021. Pemerintah menargetkan bauran daya hijau dapat meningkat hingga 30% pada tahun 2034 guna mencapai kemandirian daya nasional.

"Investasi memang naik tetapi tetap tergolong landai. Nah ini perihal nan pasti kita perlu perhatikan sehingga gimana langkah mencapai sesuai RENSTRA nan sudah dikeluarkan oleh Dewan Energi Nasional," tandasnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News