Batu Bara Sumbang Devisa hingga Rp 268 Triliun

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta -

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan hasil ekspor batu bara telah menyumbang ratusan triliun rupiah ke kocek negara. Dia mengatakan devisa ekspor batu bara telah menyentuh US$ 14 miliar-15 miliar alias mencapai Rp 250 triliun - Rp 268 triliun (kurs Rp 17.900/US$).

Menurutnya, capaian besar itu bisa terjadi lantaran pemerintah sukses menjaga keseimbangan penawaran dan permintaan batu bara di pasar global.

"Kemudian juga devisa kita ekspor batu bara nan sudah mencapai kurang lebih sekitar US$ 14-15 miliar. Ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika dunia nan tidak menentu, tapi kreasi kita terhadap menjaga supply and demand agar nilai komoditas kita tetap terjaga itu sudah mulai ada tanda-tanda nan membaik," beber Bahlil ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil mengatakan perihal ini sudah dilaporkan langsung olehnya ke Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, capaian ini menunjukan membaiknya pasar batu bara.

"Devisa kita dari hasil penjualan dengan nyaris kurang lebih sekitar US$ 15 miliar pun semakin membaik. Itu kira-kira," kata Bahlil.

Di sisi lain, dia mengatakan sampai 6 bulan 2026, pendapatan sektor batu bara lewat setoran PNBP telah mencapai 60% dari target.

"Pendapatan PNBP kita sampai dengan 6 bulan satu semester pertama sudah mencapai lebih dari 60%," sebut Bahlil.

(hal/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance