Batam Blackout, Bahlil Hingga Bos PLN Ungkap Penyebabnya

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka bunyi mengenai penyebab pemadaman listrik total (blackout) di Batam serta sebagian wilayah Bintan dan Tanjung Pinang nan terjadi sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026). Menurut Bahlil, pemadaman tersebut dipicu oleh hambatan teknis pada jaringan listrik.

Ia menjelaskan bahwa PLN telah melaporkan adanya gangguan jaringan nan diakibatkan oleh sambaran petir hingga gangguan dari hewan liar.

"Iya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam. Ada beberapa jaringan nan mengalami gangguan lantaran tersambar petir dan, menurut mereka, ada kesalahan teknis," ujar Bahlil.

"Penyebab teknisnya ada tiga, salah satu di antaranya lantaran ada hewan seperti kelelawar nan mengenai jaringan," tambahnya.

Mengenai kemungkinan pemberian kompensasi kepada penduduk nan terdampak, Bahlil mengaku belum dapat memberikan kepastian. Ia menyebut persoalan tersebut tetap kudu dibahas berbareng manajemen PT PLN (Persero).

"Saya bakal bicarakan terlebih dulu dengan pihak PLN, lantaran PLN nan paling memahami teknis implementasinya di lapangan," kata Bahlil.

Secara terpisah, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar mengaku tetap menelusuri penyebab pasti pemadaman total di wilayah tersebut.

"Sedang kami telusuri secara saksama. Kami tidak menutup kemungkinan atas beragam penyebab dan bakal memandang bagian mana nan kudu kita tingkatkan," tuturnya.

Meski demikian, secara umum gangguan pada salah satu transformator menjadi pemicu utama pemadaman total di Batam. Oleh lantaran itu, PLN bakal meninjau ulang seluruh pemeliharaan akomodasi guna menunjang lonjakan permintaan listrik, termasuk di Batam.

Lebih lanjut, Suroso menyampaikan bahwa pasokan listrik di Batam sekarang telah pulih 100%. Sementara itu, pemulihan di wilayah Bintan dan sekitarnya tetap berjalan secara berjenjang dan ditargetkan segera pulih sepenuhnya.

Terkait tukar rugi alias kompensasi bagi penduduk terdampak, pihak PLN tetap melakukan pengkajian.

"Sesuai dengan peraturan nan berlaku, jika lama pemadaman melampaui pemisah jam tertentu, ada sistem kompensasinya. Namun saat ini, prioritas utama kami adalah memulihkan pelayanan kepada masyarakat," kata Suroso.

"Kami bakal meninjau perihal tersebut setelah pemulihan selesai. Saat ini konsentrasi kami tetap pada penanganan akibat pemadaman nan terjadi sejak kemarin," pungkasnya.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑