Pernah memandang anak mengeluh lantaran perut kembung, mulas, alias apalagi diare setelah minum susu sapi? Jangan buru-buru menganggap lantaran alergi susu sapi. Sebab bisa jadi, keluhan tersebut berangkaian dengan intoleransi laktosa.
Ya Moms, susu telah lama dikenal sebagai salah satu sumber asupan gizi terbaik nan kaya bakal vitamin, mineral, protein, dan kalsium untuk menunjang pertumbuhan serta kesehatan tubuh. Tapi faktanya, tingkat konsumsi susu di Indonesia tetap tergolong rendah.
Salah satu aspek utama nan sering kali menjadi penghalang adalah masalah intoleransi laktosa, sebuah kondisi genetik maupun pencernaan nan rupanya dialami oleh sekitar 70% masyarakat Indonesia.
Sebenarnya, apa nan dimaksud dengan intoleransi laktosa?
Apa Itu Intoleransi Laktosa?
Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa, ialah gula alami nan terdapat dalam susu.
Praktisi kesehatan dr. Farhan Zubedi menjelaskan, kondisi tersebut terjadi ketika tubuh kekurangan enzim laktase. Padahal, enzim ini dibutuhkan untuk memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa agar bisa dicerna tubuh.
“Kalau laktase ini tidak ada, berfaedah laktosa tidak bisa dicerna, maka bakal sampai ke usus besar,” ujar dr. Farhan dari rilis nan diterima kumparanMOM.
Laktosa nan tidak tercerna kemudian difermentasi oleh kuman di usus besar. Proses inilah nan dapat memicu sejumlah keluhan pencernaan.
Pada anak, gejalanya bisa berupa perut kembung, kram perut, sering buang gas, hingga diare setelah mengonsumsi susu alias produk nan mengandung laktosa.
Apakah Anak nan Intoleransi Laktosa Harus Berhenti Minum Susu?
Intoleransi laktosa tidak selalu berfaedah anak alias orang dewasa kudu menghindari susu sapi sepenuhnya. Salah satu pengganti nan dapat dipilih adalah susu sapi bebas laktosa alias lactose-free.
Menurut dr. Farhan, pilihan tersebut memungkinkan seseorang tetap mendapatkan nutrisi dari susu sapi tanpa mengalami keluhan akibat laktosa.
Hal senada terlihat dalam survei Good Doctor nan melibatkan 1.000 dokter. Sebanyak 97 persen master nan disurvei setuju bahwa susu sapi bebas laktosa kondusif di lambung dan tidak menyebabkan kembung.
Bagaimana Susu Bebas Laktosa Dibuat?
Susu bebas laktosa pada dasarnya tetap bisa berasal dari susu sapi. Bedanya, laktosa di dalam susu tersebut dipecah melalui proses enzimatis menjadi glukosa dan galaktosa nan lebih sederhana.
Salah satu produk nan menawarkan pilihan ini adalah MilkLife Lactose Free lantaran proses tersebut dilakukan tanpa mengurangi nutrisi susu.
“Pertama, nutrisinya tetap sama dengan susu regular; kedua, terbukti kondusif di lambung dan bebas kembung; ketiga, proses pemecahan laktosa tersebut justru menciptakan rasa manis alami nan nikmat,” jelas Didiet Fadriana Abdulkadir, selaku Business Unit Head Dairy Savoria.
Jadi, jika anak sering merasa tidak nyaman setelah minum susu, jangan langsung menghilangkan susu dari menu hariannya. Kenali dulu penyebabnya dan konsultasikan dengan dokter, ya, Moms.
16 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·