Baru Bebas dari Penjara, Kritikus Pemerintah Ditemukan Tewas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang kritikus pemerintah Rwanda nan dipenjara, Aimable Karasira, meninggal bumi akibat dugaan overdosis obat pada hari pembebasannya. Peristiwa ini memicu tuntutan penyelidikan independen terhadap otoritas negara tersebut.

Mengonfirmasi kematian tersebut, Layanan Pemasyarakatan Rwanda menyebut Karasira "dibawa ke rumah sakit setelah mengonsumsi obat melampaui jumlah nan direkomendasikan dokter". Namun, otoritas penjara mengatakan mereka tetap menunggu laporan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian tersebut.

Juru bicara penjara, Hillary Sengabo, mengatakan kepada media lokal bahwa Karasira mengalami overdosis obat kesehatan mental sesaat setelah dibebaskan, tetapi tetap berada di kompleks penjara sembari menunggu dijemput keluarganya.

"Karasira mengalami overdosis obat kesehatan mentalnya tepat setelah dia dibebaskan tetapi tetap berada di kompleks penjara menunggu dijemput oleh keluarganya," ujar Sengabo, seperti dikutip AFP, Jumat (8/6/2026).

Ia menambahkan Karasira mempunyai akses terhadap obat tersebut lantaran proses pembebasannya tengah berjalan pada hari nan sama.

Sementara itu, pengacara Karasira, Felicien Gashema, mengaku terkejut atas berita tersebut. Menurutnya, kondisi kliennya tetap baik saat keduanya berjumpa beberapa hari sebelum pembebasan. "Saya terkejut," kata Gashema,

Desakan investigasi independen juga datang dari pengacara sekaligus analis politik Louis Gitinywa. Ia menilai kematian Karasira dapat merusak gambaran pemerintah Rwanda.

"Pola-pola itu sudah ada: kematian nan tidak dapat dijelaskan, keadaan nan tidak dapat dijelaskan," ujarnya.

Karasira, mantan pengajar di University of Rwanda, dikenal sebagai pengkritik pemerintah lewat kanal YouTube pribadinya. Ia ditangkap pada 2021 setelah menyampaikan tuduhan bahwa Rwandan Patriotic Army turut membunuh personil keluarganya setelah Rwandan genocide terhadap etnis Tutsi.

Pada September 2025, Pengadilan Tinggi Nyanza untuk Kejahatan Internasional dan Lintas Batas menjatuhkan balasan lima tahun penjara kepada Karasira atas tuduhan "menghasut perpecahan", meski dia telah ditahan sejak 2021.

Kasus Karasira menambah daftar kematian kritikus pemerintah Rwanda di dalam tahanan. Pada 2020, musisi Kizito Mihigo ditemukan meninggal di sel polisi dan disebut bunuh diri oleh otoritas.

Setahun kemudian, rapper Joshua Tuyishime juga dilaporkan meninggal di penjara setelah mengonsumsi campuran unsur berbahaya.

Presiden Rwanda Paul Kagame selama ini dipuji lantaran membawa stabilitas setelah genosida 1994. Namun, pemerintahannya juga kerap menuai kritik internasional mengenai catatan kewenangan asasi manusia dan kebebasan berpendapat.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News