Badan Karantina Indonesia (Barantin) tengah menyusun peta jalan (roadmap) karantina hewan dan tumbuhan di Indonesia. Sistem karantina di Indonesia diharapkan bisa menyamai negara luar seperti Jepang hingga Australia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam Rakornas Barantin di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). Karding berambisi di masa kepemimpinannya, dia dapat menyusun peta jalan nan jelas bagi Barantin.
"Di masa kepemimpinan saya ini, saya mau ada roadmap nan jelas, peta jalan nan jelas selama 2026 sampai 2031 ada roadmap nan jelas dalam corak jangka pendek, ada jangka menengah, ada nan sampai 2045," kata Karding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karding berambisi sistem karantina di Indonesia bisa seperti di negara luar. Ia menyebut beberapa negara seperti Jepang hingga Australia sebagai contoh referensi (benchmark) nan dapat diterapkan.
"Saya berkeinginan mendorong agar beberapa benchmark nan bisa kita pakai beberapa negara, Jepang, Selandia Baru, Australia, mungkin salah satu Eropa, Amerika, dan juga China," katanya.
Karding kemudian memaparkan kelebihan sistem karantina di masing-masing negara tersebut. Ia berambisi penguatan laboratorium hingga digitalisasi juga dapat direalisasikan di Indonesia.
"Jadi, kayak di mana, kayak di Australia itu biosecurity-nya bagus. Kayak di Jepang itu labnya nan bagus. Kalau Selandia Baru itu jika enggak salah manrisk-nya nan bagus. Kalau China itu ininya, apa namanya traceability dan datanya nan bagus, digitalisasinya bagus," jelasnya.
Lebih lanjut, Karding menginginkan laboratorium karantina di Indonesia bisa tersebar di seluruh provinsi. Ia juga berambisi laboratorium di Indonesia mempunyai standar internasional.
"Kebutuhan lab, kita kudu standar internasional. Itu dari sisi standarnya. Dari sisi ketersebarannya juga kudu diperhatikan. Jangan semuanya di Jawa. Jadi orang-orang jika mau uji lab kudu ke Jawa, kudu ke Jakarta. Nah, saya pengin paling tidak di setiap provinsi itu ada lah. Itu untuk memudahkan orang untuk ekspor, perdagangan, dan sebagainya," ujar Karding.
Karding juga berambisi peralatan di laboratorium dapat ditingkatkan kualitasnya. Menurutnya, perihal tersebut sangat diperlukan seiring perkembangan ancaman mutasi virus hingga bakteri.
"Kita juga kudu upgrade peralatan, dan bertumbuh terus nih. Bakteri, virus itu kan mutasi, ya. Nah, kita juga kudu mengikuti kecepatannya ini. Jadi alatnya, ujinya, itu metodenya, itu juga kudu ter-upgrade terus-menerus," pungkasnya.
(isa/isa)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·