Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan keseimbangan nilai pangan di tingkat produsen dan konsumen tetap terjaga melalui beragam intervensi guna melindungi petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
"Pemerintah terus menjaga stabilitas pangan nasional melalui langkah-langkah kolaboratif nan terukur dan responsif," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono di Jakarta, Kamis (9/4).
Dia menyampaikan pascamomentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, kondisi nilai pangan pokok strategis terpantau stabil di tingkat konsumen. Perhatian terhadap keseimbangan nilai di tingkat produsen terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan upaya petani dan peternak.
Ia menuturkan stabilitas nilai dan stok pangan sekarang mulai tercapai, mencerminkan efektifnya penerapan instrumen kebijakan harga, seperti nilai satuan tertinggi (HET) dan nilai referensi penjualan (HAP) di tingkat konsumen.
Ia menegaskan Bapanas menetapkan HET dan HAP rangka melindungi baik di tingkat produsen maupun konsumen.
"Namun kadang nan terjadi di lapangan, dinamikanya sigap berubah. Begitu nilai di konsumen berfluktuasi, pemerintah sigap bertindak. Ini tentu langkah taktis nan luar biasa," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan pengawasan kelaziman nilai pangan pokok terus dimaksimalkan berbareng Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.
"Pengawasan nilai di tingkat konsumen sudah melangkah baik, selanjutnya juga perlu ditingkatkan pada penjagaan nilai di tingkat produsen," ucapnya.
Dia mengatakan kondisi pangan pokok strategis di tingkat konsumen sebagian besar telah mengalami penurunan harga. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam info Indeks Perkembangan Harga (IPH) melaporkan setidaknya 5 komoditas pangan mengalami penurunan IPH selama pekan pertama di bulan April.
"Daging ayam ras ada penurunan IPH di 125 kabupaten/kota. Ini meningkat pesat lantaran pada pekan sebelumnya hanya ada 64 kabupaten/kota saja. Telur ayam ras pun tercatat mengalami penurunan IPH di 116 kabupaten/kota," katanya.
Selanjutnya cabe merah dan cabe rawit masing-masing telah terjadi penurunan IPH di 198 dan 161 kabupaten/kota. Terakhir, IPH daging sapi menurun di 105 kabupaten/kota.
Sementara, kondisi pangan di tingkat produsen tentunya turut pula menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya menyikapi berita nilai ayam hidup nan mengalami depresiasi usai Lebaran ini.
Pemerintah telah menyiapkan program SPHP jagung pakan agar setidaknya dapat menekan biaya pokok produksi para peternak.
"Ada program SPHP beras dan jagung pakan. Ini bagian dari pemerintah untuk menjaga nilai beras, terutama di tingkat konsumen, dengan menjual nilai nan lebih murah," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berpihak pada rakyat, tetapi berimplikasi pada kesejahteraan petani pangan dan peternak di dalam negeri.
"Program prioritas Bapak Presiden Prabowo sangat berpihak pada rakyat. Ini nyata, lantaran langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengangkat kesejahteraan petani dan peternak," kata Amran.
Dalam info BPS, indeks nilai nan diterima petani padi selalu berada lebih dari 140 poin sejak Juli 2025 sampai saat ini. Indeks terbaru di Maret 2026 berada di 144,52 dan tetap lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 nan berada di 137,94.
Sementara untuk indeks nilai nan diterima peternak unggas di Maret 2026 nan berada di 138,19 menjadi nan tertinggi sejak tahun 2023. Jenis indeks ini terus bertumbuh setelah pada Desember 2025 berada di nomor 129,68.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·