Tangguh Yudha
, Jurnalis-Jum'at, 27 Februari 2026 |14:15 WIB

Harga Pangan (Foto: Okezone)
JAKARTA - Satgas Saber Pelanggaran Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat tren penurunan nilai sejumlah komoditas pangan dalam sepekan berlangsungnya momen Ramadhan 2026. Hasil pemantauan menunjukkan nilai relatif terkendali tanpa gejolak berfaedah di beragam daerah.
Berdasarkan 28.270 aktivitas pemantauan nan dilakukan di pasar rakyat, ritel modern, pemasok hingga produsen, terjadi koreksi nilai pada sejumlah komoditas utama. Di wilayah barat Indonesia, nilai gula konsumsi turun dari Rp17.983 per kilogram pada awal Februari menjadi Rp17.525 per kilogram per 25 Februari 2026 alias turun sekitar 2,5 persen dan semakin mendekati nilai acuan.
Harga daging kerbau kaku juga mengalami penurunan signifikan dari Rp105.349 per kilogram pada pertengahan Februari menjadi Rp95.194 per kilogram pada akhir periode pemantauan.
Sementara itu, nilai beras di sejumlah area menunjukkan tren penurunan dan semakin stabil dibanding awal Februari 2026. Beras program SPHP apalagi sukses ditekan hingga berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Komoditas cabe rawit merah juga tercatat melandai dengan rata-rata nilai nasional di tingkat konsumen mencapai Rp66.920 per kilogram, mencerminkan membaiknya pasokan serta kelancaran pengedaran antarwilayah.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menegaskan bahwa penguatan pengawasan menjadi kunci dalam meredam gejolak nilai dan memastikan pengedaran melangkah lancar.
“Langkah pengawasan nan masif ini bermaksud memastikan pasokan tersedia, pengedaran tidak terhambat, dan nilai tetap terkendali. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi nilai mulai stabil baik di tingkat pemasok maupun di pasar,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan menyeluruh turut mendorong penyesuaian nilai di tingkat produsen.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·