Banyak Yang Salah Paham!, Google Akan Hapus Dukungan Chrome Apps

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Disaat badan sedang tidak fit ini, ada saja buletin nan menarik untuk kita bahas, dan nan bikin menarik adalah lantaran banyak sekali nan salah mengerti bakal berita baru ini.

Jadi kawan kawan, belakangan ini Anda mungkin pernah memandang buletin nan yang menyebut Google bakal menghapus Chrome, jangan langsung panik ya, lantaran Google memang sedang menghentikan support terhadap sesuatu nan berjulukan Chrome Apps, tetapi ini sama sekali bukan berfaedah browser Google Chrome bakal dihentikan.

Nah banyak nan mengira Chrome Apps nan dihapus itu adalah Google Chrome, padahal bukan dan browser tersebut bakal tetap ada.

Lalu apa nan bakal ditinggalkan?

Yang bakal ditinggalkan Google adalah Chrome Apps, nan mana merupakan aplikasi nan dibuat menggunakan teknologi unik milik Chrome dan dirancang untuk memberikan pengalaman nan lebih mirip aplikasi native.

Untuk mengaksesnya dari browser Chrome Anda bisa masuk ke chrome://apps, nah contohnya seperti pada gambar diatas, dimana setiap aplikasi nan ditambahkan dan dibuka disana, bakal lebih teringtegrasi.

Google sendiri menjelaskan bahwa Chrome Apps menggunakan HTML, CSS, JavaScript, serta beragam Chrome App API untuk menjalankan aplikasi secara lebih terintegrasi dengan sistem.

Jadi ketika Google mengatakan bakal menghapus support Chrome Apps, nan dimaksud adalah platform aplikasinya, bukan browser Chrome, dan oleh lantaran itu perlu ditegaskan bahwa Chrome Apps dan Browser Google Chrome ini adalah dua perihal nan berbeda.

Tapi kenapa bakal dihapus?

Nah sebenarnya langkah ini bukan keputusan nan muncul tiba tiba, lantaran bisa dibilang bahwa Chrome Apps sudah termasuk teknologi lama dan Google selama bertahun-tahun mendorong developer untuk beranjak ke teknologi web modern.

Dan mungkin saya percaya apalagi tidak semua orang sadar bakal adanya fitur ini, selain orang nan sudah lama menggunakan Google Chrome.

Selain itu, Google apalagi sudah menyediakan pedoman migrasi dari Chrome Apps menuju dua pengganti utama, ialah Web Apps dan Chrome Extensions. Untuk sebagian besar kasus, Google merekomendasikan Web Apps sebagai jalur migrasi utama.

Lalu dampaknya bagi PWA?

Nah, jika Anda menggunakan PWA (Progressive Web App), berita ini justru bukan sesuatu nan perlu dikhawatirkan. Hal tersebut lantaran PWA bukanlah Chrome Apps.

PWA merupakan aplikasi berbasis teknologi web nan memanfaatkan keahlian browser modern agar sebuah website bisa terasa lebih mirip aplikasi native. Pengguna apalagi bisa memasangnya ke perangkat, menjalankannya dari Start Menu alias desktop, dan pada beberapa kasus tetap menggunakannya dengan keahlian tertentu meskipun browser tidak sedang dibuka di depan layar.

Jadi, daripada mempertahankan Chrome Apps nan menggunakan API unik milik Chrome, Google mendorong developer untuk menggunakan teknologi web nan lebih standar dan bisa melangkah di beragam platform.

Yang bisa dibilang sih, mungkin PWA justru menjadi pengganti Chrome Apps, lantaran PWA mempunyai kelebihan nan tidak dimiliki Chrome Apps, ialah satu aplikasi web bisa dibuat agar melangkah di Windows, macOS, Linux, ChromeOS, apalagi perangkat mobile tanpa developer kudu membikin aplikasi unik untuk setiap platform.

Selain itu, teknologi PWA juga tidak terlalu berjuntai pada API eksklusif milik Google Chrome. Artinya, developer tidak perlu cemas aplikasinya tiba-tiba berjuntai pada sebuah platform nan suatu hari kelak bakal dihentikan.

Bagaimana dengan Aplikasi Chrome nan Sudah Terpasang?

Nah ini nan juga perlu diperhatikan, lantaran jika Anda tetap menggunakan aplikasi nan dibangun dari Chrome Apps, penghentian support ini pada akhirnya bakal membikin aplikasi tersebut tidak bisa lagi bekerja sebagaimana mestinya.

Namun jika Anda hanya menggunakan Chrome untuk browsing, memasang extension, menjalankan PWA, alias membuka beragam website, perubahan ini tidak bakal membikin browser Chrome tiba-tiba menghilang.

Nah jadi, sekali lagi guys, jika Anda memandang buletin “Google Menghapus Chrome”, jangan langsung berpikir bahwa Google bakal menghentikan browser Chrome, lantaran nan dihentikan adalah Chrome Apps, sementara Chrome tetap ada, Chrome Extensions tetap ada dan Chrome Web Store juga tetap ada.

Yang sedang dilakukan Google hanyalah memensiunkan teknologi lama nan sudah tidak lagi relevan.

Jika Anda penasaran, berikut adalah timeline penghapusan Chrome Apps ini dan bisa dibilang sih ini sudah lama diumumkan, namun lantaran sudah nyaris mencapai pemisah akhir, berita ini kembali mencuat ke publik dan justru banyak disalah artikan.

WaktuChromeOSStatus Chrome Apps
Juli 2025ChromeOS 138Rilis terakhir nan mendukung Chrome Apps nan diinstal pengguna
Juli 2026ChromeOS 150Rilis terakhir nan mendukung Chrome Apps dalam Kiosk Mode
Januari 2027ChromeOS 160Chrome Apps nan diinstal admin pada user session dinonaktifkan secara default, tetapi admin tetap bisa mengaktifkannya lewat policy
Januari 2028ChromeOS 184Dukungan Chrome Apps berhujung untuk semua pengguna pada channel reguler
Oktober 2028ChromeOS LTSBatas terakhir bagi perangkat LTS nan tetap dapat menggunakan Chrome Apps

Nah gimana menurutmu? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu mengenai perihal ini.

Via : Google


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com