Pandeglang -
Anggota DPRD Pandeglang merespons mengenai banyaknya sekolah rusak di Pandeglang. Atas perihal itu, DPRD bakal memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Pandeglang.
"Kita koordinasi dulu dengan pimpinan, kelak kita bakal panggil Dinas Pendidikan," kata Anggota DPRD Pandeglang, Erin Fabiana Ansori, Selasa (21/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erin mengatakan setiap tahun, di Pandeglang selalu ada laporan kerusakan sekolah. Menurutnya, perihal itu merupakan peristiwa nan berulang-ulang, tanpa ada penanganan serius dari pemerintah.
"Ini kejadian bukan pertama kali ini berulang-ulang, ada lagi-ada lagi, berati pembangunan tidak berasas skala prioritas, mana sekolah nan kudu didahulukan," katanya.
Erin menilai banyaknya sekolah nan mengalami kerusakan lantaran perencanaan pembangunan kurang matang nan dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Hal itu, katanya, ditandai dengan penanganan sekolah di SDN Cimanggu 3 nan mengalami kerusakan di ruang kelas, tetapi malah mendapatkan support gedung perpustakaan.
"Perencanaan nan dilakukan oleh Dinas Pendidikan kurang maksimal, artinya tetap ada sekolah bagus nan dibangun, sementara nan rusak berat memerlukan pembangunan tidak dibangun," katanya.
Erin menyebut keahlian Dinas Pendidikan saat ini belum maksimal. Padahal katanya di tingkat bawah, Disdik punya koordinator kecamatan (Kormin) nan bekerja sebagai koordinator operasional di tingkat kecamatan nan harusnya bisa menginventarisir info sekolah.
"Dinas pendidikan bekerja tidak maksimal, padahal di bawah ada kormin nan bekerja sebagai koordinator di tingkat kecamatan," ucapnya nan juga sebagai personil DPRD komisi IV.
Diketahui sebelumnya, gedung SDN Cimanggu 3, di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten mengalami kerusakan parah. Akibat kondisi itu, para siswa kudu belajar di unit kesehatan sekolah (UKS) dan Perpustakaan.
"Ada tiga gedung nan mengalami kerusakan parah, sehingga kelas 4 belajar di UKS, kelas 5 di perpustakaan, dan kelas 2 bergantian dengan kelas 1," kata Kepala Sekolah SDN Cimanggu 3, Nunung Nurhasanah, Selasa (21/4).
(whn/whn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·