Sejumlah jemaah lansia pergi berhaji tahun ini tanpa pendamping. Mereka berhaji seorang diri, jauh dari keluarga.
Terhadap para lansia ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan petugas haji siap mendampingi mereka. Sehingga para lansia dapat beragama di Tanah Suci dengan nyaman dan lancar.
Sekjen Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, menyebut petugas haji telah dibekali dengan training mumpuni selama 20 hari di Asrama Haji dan 10 hari secara daring. Sehingga, mereka punya bekal untuk mendampingi jemaah lansia nan berhaji seorang diri.
"Kita harapkan meskipun para jemaah haji ini tidak didampingi oleh mahramnya alias keluarganya kami harapkan para petugas haji bisa membantu mereka," kata Teguh di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Rabu (13/5).
Teguh mengatakan, pihaknya juga sudah menerima beragam laporan mengenai dengan keahlian petugas haji. Menurutnya, petugas dilaporkan bekerja dengan baik.
"Sejauh ini laporan nan kami terima para petugas haji sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik dan banyak laporan dari para jemaah nan tanpa pendamping lantaran ketangkasan dan kegesitan dari para petugas haji, mereka sudah merasa bahwa meskipun tidak ada pendamping mereka sudah bisa merasa nyaman seperti itu dalam melaksanakan ibadah," ucapnya.
Menurut Teguh, secara akumulasi, sudah 74 persen jemaah haji nan tiba di Arab Saudi baik melalui Bandara Madinah maupun Jeddah. Sudah 387 kloter nan datang dari total 221 ribu jemaah haji tahun ini.
"Tentu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para kepala embarkasi di Tanah Air nan sudah mempersiapkan penyiapan pemberangkatan jemaah Haji kita," ucapnya.
"Dan Alhamdulillah, semua nan sudah direncanakan dan sudah dilakukan oleh teman-teman di embarkasi ini sudah melangkah dengan baik dan lancar," sambungnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·