Bantahan Bos BGN soal MBG Buang-buang Anggaran Negara

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membantah dugaan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya menghabiskan anggaran negara. Menurutnya, beragam program prioritas pemerintah tetap melangkah meski pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk MBG.

Sudaryono mengaku geram memandang narasi di media sosial nan mengaitkan MBG sebagai penyebab berkurangnya anggaran di sektor lain, seperti pendidikan, pertanian, hingga infrastruktur.

"Karena saya gemas juga tuh lihat komentar di sosial media, seolah-olah kan MBG ini ngabisin anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang, ini kurang, itu kurang," kata Sudaryono dalam konvensi pers di instansi BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eks Wakil Menteri Pertanian itu mencontohkan pemerintah tetap meningkatkan anggaran pupuk bersubsidi, memperbaiki jaringan irigasi, hingga merehabilitasi sekolah meski Program MBG telah berjalan. Ia menekankan beragam persoalan di sektor tersebut sebenarnya sudah ada sebelum MBG diluncurkan

"Dulu nggak ada MBG, kan sekolah itu ada nan rusak, bolong apa semua, itu kan nggak lantaran terus kemudian Pak Prabowo jadi Presiden, ada MBG terus sekolahnya mendadak jadi rusak, kan nggak? Dulu ke mana? nan sekolah rusak itu dulu duitnya untuk MBG mestinya dari kemarin-kemarin dong, nggak ada MBG harusnya sekolah itu bagus semua, kan nggak," beber Sudaryono.

Sudaryono juga menyatakan pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan pembimbing honorer di sekolah-sekolah. Ia menyebut pemerintah menetapkan penghasilan pembimbing honorer sebesar Rp 2.000.000 per bulan.

"Guru honorer. Dulu nggak ada MBG kan nggak kemudian lantaran MBG kemudian pembimbing honorer gajinya kecil. Bahkan oleh Pak Presiden kan sudah dipastikan sampai dengan Rp 2.000.000, ya kan gitu. Dulu kan nggak. Nah, sekarang ada MBG katanya dipotong untuk MBG, sekarang kita benahi semua," tegas Sudaryono.

Infrastruktur jembatan di wilayah juga disinggung Sudaryono. Ia mengomentari video-video nan menunjukkan masyarakat menyeberangi sungai lewat jembatan rusak.

"Kemudian orang sekarang di video, orang nyebrang sungai, pake titian mempertaruhkan nyawa. Dulu nggak ada MBG kenapa nggak dibangun jembatannya? Maksud saya, ini sekarang ada diambil MBG, sekarang ada Satgas Jembatan. Target 10.000 jembatan dibangun, sudah ribuan jembatan oleh angkatan darat dan polisi dibangun di desa-desa," tutup Sudaryono.

(ily/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance