Pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan perjalanan umrah nan melibatkan PT Khazanah Tamma International alias Hanania Group.
Usai diperiksa selama kurang lebih 7 jam, kuasa norma keduanya, Sangun Ragahdo, membantah berita nan mengatakan bahwa mereka berangkat umrah secara cuma-cuma pada akhir tahun 2025.
Menurut Sangun, sejak awal Thariq dan Aaliyah memang tidak mau menerima akomodasi gratis. Bahkan, keduanya beberapa kali sempat menolak tawaran kerja sama nan tidak melibatkan pembayaran dari pihak mereka.
“Saya memandang ada nan bilang rupanya selama ini Thariq dan Aaliyah umrah ini gak bayar. Oh gak. Justru nan kemarin itu nan udah berapa kali di-approach mereka nggak mau lantaran mereka mau bayar gitu loh," ujar Sangun Ragahdo kepada wartawan di Polda Metro Jaya.
Dalam perjalanan umrah itu, total ada delapan orang nan ikut dalam rombongan Thariq. Hanya beberapa orang nan mendapatkan akomodasi dari kerja sama promosi, sementara sisanya tetap bayar biaya perjalanan secara mandiri. Menurut Sangun, jumlah duit nan telah dibayarkan Thariq kepada Hanania pun mencapai ratusan juta Rupiah.
"Pembayaran dari Thariq pun ini gak sedikit. Kita telah bayar kepada Hanania ini itu mencapai nyaris Rp 170 juta, Rp 160 juta sekian, itu di luar biaya-biaya untuk ya di sana untuk makan, bayar mutawif dan lain sebagainya," ucap Sangun Ragahdo.
Lebih lanjut, Sangun menambahkan bahwa kerja sama nan terjalin antara Thariq dan Aaliyah dengan Hanania berkarakter barter promosi. Sebagai imbalannya, Thariq dan Aaliyah diminta membantu publikasi melalui media sosial.
"Thariq ini diberikan 'benefit' ya dalam tanda kutip ya Thariq dan Aaliyah ya, mendapatkan benefit itu adalah untuk diberangkatkan untuk Thariq, Aaliyah, dan Arash," ungkap Sangun.
Untuk mendukung keterangan tersebut, pihak Thariq telah menyerahkan beragam arsip kepada penyidik, termasuk bukti transfer dan invoice pembayaran.
"Tadi sudah kami berikan semua buktinya dan semua sudah dicatat dimasukkan ke BAP juga," kata Sangun Ragahdo.
Thariq usai diperiksa pun mengaku prihatin atas nasib para jemaah nan menjadi korban dalam kasus ini. Ia menganggap kerugian nan dialaminya tidak sebanding dengan penderitaan para korban nan kandas berangkat ibadah ke tanah suci.
"Nggak ada (kerugian yang) sebanding lah dengan kerugian para korban nan ada," tutup Thariq.
Sebelumnya interogator telah memeriksa selebgram Keanu Angelo. Usai diperiksa, Keanu mengaku bahwa dirinya terlibat kerja sama dengan pihak Hanania. Hanya saja dia tegas membantah soal adanya aliran biaya nan dia terima.
Terkait kasus ini, Polda Metro Jaya menetapkan Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional alias Hanania Group berinisial ASFR sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan biaya jemaah umrah. Pihak kepolisian tetap terus mendalami aliran biaya dari Hanania Group.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·