Bantah APBN Penyebab Rupiah ke Rp18.000, Purbaya: 5 Bulan Defisit 0,7%

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah sentimen nan mencuat di publik bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) disebabkan kebijakan fiskal nan ugal-ugalan.

Menurut Purbaya, kebijakan dan kondisi fiskal saat ini justru kian membaik dengan tata kelola nan makin hati-hati. Defisit fiskal dalam lima bulan ini alias hingga Mei 2026 apalagi menurutnya hanya mencapai 0,7% dari produk domestik bruto (PDB).

"Banyak nan bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu kapan? Minggu depan ya? Ada pembaruan fiskal bulanan itu, fiskal APBN kita. Itu bulan Mei membaik kan dibanding bulan April," kata Purbaya di area DPR, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Purbaya mengatakan, dengan realisasi defisit APBN nan hanya mencapai 0,7% dari PDB dalam lima bulan ini. Maka, keseluruhan tahun defisit fiskal bisa dijaga di kisaran 1,7%-1,8% PDB. Adapun defisit APBN per April 2026 setara 0,64% PDB ata setara Rp 164,4 triliun.

"Kalau saya kasih bocoran, itu defisitnya tinggal 0,7% dalam 5 bulan. Kalau kita hitung langkah para ahli ekonomi nan di luar itu ngitung, sekian bulan kali sekian bulan saya hitung, ikutin aja, 12 per 5 kalikan 0,7 kira-kira, jika saya enggak salah hitung ya, 1,7-1,8 persen dari PDB," tegasnya.

Dengan catatan itu, Purbaya menegaskan, APBN pemerintah apalagi tetap sangat aman, karena tetap jauh di bawah sasaran pada tahun ini nan sebesar 2,68% dari PDB alias setara Rp 689,1 triliun.

"Jadi jika di situ anggaran kita kondusif sekali. Cuma orang enggak bakal pakai itu kan sekarang. Pasti mereka bakal lihat nan paling jelek. Tapi nggak apa-apa," ucap Purbaya.

Selain defisit keseluruhan APBN nan tetap terkendali, Purbaya pada kesempatan itu juga menekankan keseimbangan primer pemerintah tetap mencatatkan surplus, pada April 2026 keseimbangan primer surplus Rp 28 triliun.

"Di bulan Mei juga surplusnya, primary balance positif lagi. Lebih tinggi dibanding bulan April dan pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih," papar Purbaya.

"Jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan nan banget signifikan. Sehingga anggaran kita banget aman," tegasnya.

Sebagaimana diketahui tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin dalam pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Mata duit Garuda sekarang resmi menembus level psikologis Rp18.000/US$.

Merujuk info Refinitiv, per pukul 09.11 WIB, rupiah melemah ke level Rp18.015/US$ alias terdepresiasi 0,42%. Posisi ini sekaligus menjadi level terlemah sepanjang masa terbaru rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan tersebut semakin dalam dibandingkan posisi pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah dibuka melemah 0,11% ke level Rp17.960/US$.

Tertembusnya level Rp18.000/US$ menjadi tekanan baru bagi rupiah, setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (3/6/2026), mata duit Garuda juga ditutup melemah tajam 0,62% ke level Rp17.940/US$.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News