Jakarta, CNBC Indonesia - Emas selama ini mungkin lebih sering kita lihat sebagai aset untuk mencari untung alias menjaga nilai mata uang. Tapi bagi Bank Sentral ceritanya bisa jauh lebih besar dari sekadar harga. Di tengah bumi nan makin penuh ketidakpastian, emas kembali dilirik sebagai salah satu langkah untuk memperkuat persediaan dan mengurangi ketergantungan pada aset tertentu. Tren ini tetap terlihat jelas hingga Juli 2026. Bank Sentral Dunia kembali membeli emas dengan China dan Polandia menjadi dua nama nan paling agresif.
Selengkapnya dalam program Profit CNBC Indonesia (Rabu, 09/09/2026) berikut ini.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·