Bank Saqu Cermati Perempuan di Industri Kreatif dan Perjalanan Finansialnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Co-Founder of KopiSoe, Rantau Rasa Sylvia (kiri) dan Solopreneur Academy 2025 sekaligus Illustrator & Owner CabeArt Liya Tsabitah (kedua kiri) melakukan foto berbareng usai berbincang dengan para peserta dalam aktivitas nan dilaksanakan IdeaFriends x Bank Saqu berjudul “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry” pada Jumat (24/4/2026) di Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perempuan Indonesia mengambil peran di industri kreatif. Berangkat dari buahpikiran sederhana, hobi, hingga cerita personal, mereka membangun upaya nan tidak hanya relevan secara budaya, tetapi juga mempunyai nilai ekonomi nan nyata.

Menanggapi kejadian ini, Bank Saqu berperan-serta dalam forum obrolan berbareng IdeaFriends berjudul "Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry", nan membahas peran wanita dalam membangun upaya di sektor kreatif, serta pentingnya pengelolaan finansial dalam mendukung pertumbuhan usaha.

Forum obrolan nan digelar dalam rangka momentum Hari Kartini ini turut mengundang Liya Tsabitah, Bank Saqu Solopreneur Academy 2025, Illustrator & Owner CabeArt dan Sylvia, Co-Founder of KopiSoe, Rantau Rasa. Dalam momentum ini, Bank Saqu, jasa perbankan milik Astra Financial dan WeLab, mau mengingatkan kembali pentingnya peran wanita dalam mendorong kemandirian ekonomi.

Bank Saqu mencermati wanita sekarang tidak hanya datang sebagai bagian dari industri kreatif, tetapi juga menjalani perjalanan finansial nan dinamis, mulai dari merintis, mengelola, hingga mengembangkan upaya secara berkelanjutan.

Hal ini diperkuat oleh info Kementerian Koperasi dan UKM, di mana sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan, dengan sebagian besar bergerak di sektor nan mengenai dengan industri kreatif. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital memberikan kesempatan bagi wanita untuk memperluas pasar dan mengembangkan upaya secara lebih fleksibel.

Bank Saqu menilai selain kreativitas, aspek pengelolaan finansial menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha.

"Agar upaya dapat berkembang secara berkelanjutan, diperlukan pemahaman finansial nan baik, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan finansial. Seiring berkembangnya industri kreatif, kami percaya kombinasi antara produktivitas dan pengelolaan finansial nan tepat bakal menjadi pondasi utama bagi lahirnya lebih banyak upaya nan berkepanjangan di Indonesia," ujar Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando.

Profil pengguna Bank Saqu juga menunjukkan sekitar 40% merupakan solopreneur. Hal ini mendorong Bank Saqu untuk menghadirkan pendekatan nan tidak hanya berfokus pada jasa perbankan, tetapi juga pada penguatan edukasi dan ekosistem usaha. Salah satunya melalui Solopreneur Academy, program nan memberikan pembelajaran dan jejaring bagi pelaku upaya untuk mengembangkan upaya secara lebih terarah.

"Sebagai wanita nan membangun upaya dari perihal nan saya sukai, saya menyadari bahwa produktivitas saja tidak cukup. Ada proses memahami keuangan, mengelola arus kas, serta mengambil keputusan nan tepat. Dalam perjalanan ini, support dari Bank Saqu menjadi sangat relevan lantaran membantu kami sebagai solopreneur untuk tumbuh dengan pondasi nan lebih kuat. Dengan memisahkan finansial pribadi dan upaya melalui Saku Nabung dan Saku Transaksi, pengelolaan finansial menjadi lebih teratur, sehingga upaya pun dapat berkembang dengan lebih optimal," ujar Liya Tsabitah, pemenang Bank Saqu Solopreneur Academy 2025.

"Banyak upaya imajinatif lahir dari buahpikiran nan kuat, tetapi nan membedakan adalah gimana upaya tersebut dikelola dengan finansial nan baik. Tanpa finansial nan sehat, bakal susah untuk sustain dalam jangka panjang, apalagi untuk berkembang. Disiplin dalam mengelola arus kas, memahami biaya, dan mengambil keputusan berbasis info menjadi kunci agar upaya tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan," tambah Co-Founder of KopiSoe, Rantau Rasa, Sylvia.

Para peserta IdeaFriends x Bank Saqu berjudul “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry” pada Jumat (24/4/2026) di Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

Ke depan, Bank Saqu memandang perjalanan wanita di industri imajinatif tidak berakhir pada tahap memulai usaha, tetapi bersambung pada gimana upaya tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Untuk itu, Bank Saqu berkomitmen menghadirkan solusi perbankan nan relevan di setiap tahap perjalanan tersebut, mulai dari membangun kebiasaan finansial nan sehat hingga mendukung ekspansi usaha.

Selain menghadirkan fitur seperti Tabungmatic untuk membantu kebiasaan menabung dan Saku Kredit nan Selalu Ready untuk kebutuhan pembiayaan, Bank Saqu juga menyediakan jasa Bank Saqu Bisnis bagi pelaku upaya nan telah berkembang. Layanan ini dirancang untuk mendukung pengelolaan finansial upaya secara lebih optimal, termasuk dalam mengatur arus kas dan mendukung kebutuhan operasional usaha.

Dengan pendekatan ini, Bank Saqu berambisi dapat menjadi kawan seperjuangan nan tidak hanya relevan di tahap awal, tetapi juga bisa mendampingi pelaku upaya dalam setiap fase pertumbuhan bisnisnya, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap perkembangan industri imajinatif dan perekonomian nasional.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan