Bank Raya (AGRO) catat untung Rp6,79 miliar di Kuartal I 2026.(Dok. Bank Raya)
PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; Kode Emiten: AGRO) menegaskan optimismenya terhadap pertumbuhan upaya digital nan berkepanjangan dalam arena Public Expose Live 2026, Selasa (9/6). Anak upaya BRI ini memaparkan performa solid sepanjang Kuartal I 2026 nan ditopang oleh transformasi digital dan sinergi ekosistem.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengungkapkan bahwa perseroan terus mempertajam visi untuk menyediakan solusi finansial nan relevan bagi pelaku upaya dan komunitas. Strategi utama nan dijalankan mencakup metode pemanfaatan melalui sinergi BRI Group serta eksplorasi mitra potensial di luar ekosistem utama.
“Pertumbuhan ini mencerminkan konsentrasi kami pada strategi upaya digital berkualitas. Di tengah dinamika global, kami menjaga keseimbangan antara ekspansi dan penguatan esensial sebagai bukti keberhasilan transformasi menjadi bank digital,” ujar Bagus dalam paparan publik tersebut.
Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
Hingga Maret 2026, Bank Raya sukses membukukan untung bersih sebesar Rp6,79 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh perbaikan rasio Net Interest Margin (NIM) nan naik menjadi 5,78% dari sebelumnya 4,87% pada periode nan sama tahun lampau (yoy). Efisiensi biaya dana dan optimasi aset produktif menjadi kunci penguatan margin tersebut.
Sektor angsuran digital menunjukkan performa impresif dengan porsi mencapai 45,6% dari total portofolio. Penyaluran angsuran digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun alias tumbuh 29,0% (yoy), dengan outstanding mencapai Rp3,14 triliun (naik 33,1% yoy). Produk unggulan Pinang Dana Talangan menjadi kontributor utama dengan penyaluran Rp7,25 triliun kepada lebih dari 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.
Inovasi dan Tata Kelola
Dari sisi pendanaan, produk Digital Saving tumbuh signifikan sebesar 63,9% (yoy) mencapai Rp2,30 triliun. Hingga saat ini, Aplikasi Raya telah mempunyai lebih dari 100 fitur nan diakses oleh lebih dari 1 juta nasabah, termasuk fitur jagoan seperti Saku Bisnis dan Kartu Digital Debit Visa.
Selain keahlian bisnis, Bank Raya memperkuat aspek keamanan info dengan standar ISO/IEC 27001:2022. Komitmen terhadap tata kelola nan baik juga membuahkan hasil dengan diraihnya predikat "World's Best Bank Awards 2026" dari Forbes serta predikat "Most Trusted Company" berasas CGPI.
“Kami memandang kesempatan pertumbuhan digital tetap terbuka lebar. Namun, kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian untuk memastikan setiap ekspansi didukung manajemen akibat nan terjaga,” tutup Bagus.
Indikator Keuangan Bank Raya (Maret 2026):
- Laba Bersih: Rp6,79 Miliar
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp8,44 Triliun
- CAR (Rasio Permodalan): 41,80%
- LDR (Loan to Deposit Ratio): 81,64%
- Digital Saving: Tumbuh 63,9% (yoy). (RO/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·