Bank Sentral Jepang (BOJ) mulai mempersiapkan langkah untuk melakukan kenaikan suku bunga tambahan dalam rapat kebijakan moneter nan bakal berjalan pada Senin dan Selasa pekan depan.
Mengutip Japan News, BOJ menilai krusial untuk memperhatikan akibat kenaikan nilai lebih lanjut akibat meningkatnya biaya minyak mentah nan dipicu oleh memburuknya situasi di Timur Tengah.
Oleh lantaran itu, bank sentral diperkirakan bakal meningkatkan sasaran suku kembang jangka pendek, alias suku kembang kebijakan, dari sekitar 0,75 persen menjadi sekitar 1,0 persen.
Jika langkah tersebut direalisasikan, kenaikan itu bakal menjadi nan pertama sejak Desember tahun lalu, dan suku kembang kebijakan bakal mencapai level tertinggi dalam 31 tahun, ialah sejak 1995.
BOJ telah menetapkan kebijakan untuk meningkatkan suku kembang berasas kondisi perekonomian, perkembangan harga, serta kondisi moneter.
Sejak situasi di Timur Tengah memanas, bank sentral menilai dua akibat utama, ialah kenaikan nilai dan perlambatan ekonomi. Ada kemungkinan kenaikan suku kembang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
“Ketika akibat kenaikan nilai dinilai lebih besar dibandingkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi (meskipun situasi di Timur Tengah tetap belum jelas), perlu dilakukan pembahasan nan tepat mengenai apakah suku kembang perlu dinaikkan alias tidak,” kata Gubernur BOJ Kazuo Ueda, dikutip Sabtu (13/6).
Selain kenaikan nilai minyak mentah, nilai tukar yen nan lemah tetap memperkuat di kisaran 160 yen per dolar AS.
“Secara keseluruhan, akibat kenaikan nilai lebih besar,” ujar Ueda.
Laju kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional, tidak termasuk nilai bahan pangan segar, pada April tercatat sebesar 1,4 persen dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Namun, menurut kalkulasi BOJ, nomor tersebut mencapai 2,8 persen jika akibat kebijakan pemerintah untuk menekan inflasi dan faktor-faktor lainnya dikecualikan.
Laju kenaikan Indeks Harga Barang Korporasi, nan mencerminkan tren nilai peralatan nan diperdagangkan antarperusahaan, menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 4,9 persen pada April. Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan tekanan kenaikan nilai terhadap konsumen dalam waktu mendatang.
Sejumlah personil Dewan Kebijakan BOJ beranggapan kenaikan suku kembang lebih awal diperlukan untuk mengantisipasi akibat kenaikan harga.
Gubernur Bank of Japan Dirawat di Rumah Sakit, Tak Bisa Hadiri Rapat Kebijakan Pekan Depan
Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, bakal tidakhadir dari pertemuan kebijakan nan dijadwalkan pada 15-16 Juni mendatang. Ueda kudu tidakhadir lantaran tengah dirawat di rumah sakit untuk perawatan medis.
Wakil Gubernur Ryozo Himino bakal memimpin peninjauan suku kembang menggantikan Ueda, dan wakil gubernur lainnya, Shinichi Uchida, bakal menjadi moderator konvensi pers pasca-pertemuan.
Ueda diperkirakan bakal tetap dirawat di rumah sakit selama sekitar dua minggu, bekerja dari jarak jauh, dan menghadiri pertemuan kebijakan berikutnya pada tanggal 30-31 Juli.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·