Bank Mandiri Catat Penggunaan Pinjol hingga Kartu Kredit Meningkat

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Ilustrasi fintech. Foto: Shutter Stock

Bank Mandiri mencatat penggunaan pinjaman online (pinjol) meningkat, di tengah melemahnya tingkat tabungan masyarakat. Kondisi itu mengindikasikan semakin banyak rumah tangga mengandalkan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Laporan Daily Economic and Market Review Bank Mandiri mencatat total outstanding pinjaman online, kartu kredit, dan PayLater non-bank mencapai Rp 160,7 triliun pada Mei 2026. Dari jumlah tersebut, pinjaman online mendominasi dengan outstanding sebesar Rp 103,7 triliun alias sekitar 65 persen dari total pembiayaan. Sementara outstanding kartu angsuran mencapai Rp 43,8 triliun alias 27 persen dan paylater sebesar Rp 13,2 triliun alias 8 persen.

Dari sisi pertumbuhan, PayLater mencatat kenaikan tertinggi sebesar 53,6 persen secara tahunan. Disusul pinjaman online nan tumbuh 25,7 persen dan kartu angsuran sebesar 15,6 persen.

Bank Mandiri juga mencatat pergeseran penggunaan pinjaman online. Berdasarkan info Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi pinjaman online untuk kebutuhan konsumtif meningkat menjadi 86 persen pada April 2026, naik dari 78 persen pada April 2025 dan 68 persen pada April 2024. Sebaliknya, porsi pinjaman untuk aktivitas produktif terus turun menjadi hanya 14 persen.

“Pergeseran ini menunjukkan kenaikan pinjaman lebih banyak didorong oleh kebutuhan konsumsi rumah tangga, sementara permintaan pembiayaan untuk aktivitas upaya menjadi lebih terbatas,” tulis laporan Bank Mandiri, dikutip pada Selasa (28/7).

Secara keseluruhan, aktivitas shopping masyarakat tetap menunjukkan pertumbuhan positif, meski tingkat tabungan melemah. Berdasarkan Mandiri Spending Index (MSI), indeks shopping masyarakat pada Juni 2026 mencapai 123,0 alias tumbuh 5,9 persen secara tahunan. Di saat nan sama, Mandiri Saving Index berada di level 84,8 alias terkontraksi 5,7 persen secara tahunan, sedangkan indeks pinjaman nan mencakup pinjaman online, kartu kredit, dan paylater mencapai 157,7 alias tumbuh 24,6 persen.

“Hal ini menunjukkan shopping tetap tumbuh positif meskipun tingkat tabungan melemah. Bersamaan dengan itu penggunaan pembiayaan meningkat,” tulis laporan itu.

Memasuki awal kuartal III 2026, pertumbuhan shopping mulai melandai menjadi 5,8 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan kuartal II sebesar 6,1 persen dan kuartal I sebesar 6,4 persen.

Bank Mandiri menilai penguatan pendapatan masyarakat, menjaga pendapatan disposabel, menahan tekanan biaya hidup, serta mendorong pembuatan lapangan kerja menjadi langkah krusial agar konsumsi rumah tangga ke depan lebih ditopang oleh kapabilitas finansial nan lebih sehat.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan