Bank Indonesia Dorong Perluasan Akses Pasar dan Daya Saing UMKM di DIY

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bank Indonesia Dorong Perluasan Akses Pasar dan Daya Saing UMKM di DIY Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) kembali menyelenggarakan Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 di Jogja City Mall di Sleman.(Dok.Istimewa)

PENGEMBANGAN UMKM dan ekspansi digitalisasi sistem pembayaran di Daerah Istimewa Yogyakarta terus diperkuat dan dikembangkan. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) kembali menyelenggarakan Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 di Jogja City Mall di Sleman, Jumat (5/6) sore.

Grebeg UMKM telah konsisten diselenggarakan sejak tahun 2017 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas, ekspansi akses pasar, dan peningkatan daya saing UMKM DIY. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa Grebeg UMKM telah menjadi strategic regional program Bank Indonesia DIY nan secara konsisten mendukung pengembangan UMKM selama satu dasawarsa. 

"Bank Indonesia terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kualitas dan standardisasi UMKM, penguatan konektivitas dengan ekosistem digital dan pembiayaan formal, serta promosi UMKM dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap dia. 

Ricky juga menyampaikan bahwa perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di DIY menunjukkan tren nan positif. Hingga April 2026, jumlah pengguna QRIS di DIY mencapai lebih dari 1,08 juta pengguna dengan jumlah merchant mencapai lebih dari 1,11 juta merchant. Transaksi QRIS di DIY selama 2026 pun tercatat tumbuh signifikan mencapai 198 juta transaksi alias tumbuh 62,19% (yoy). 

Sebagai bentuk penerapan tema Nyawiji, rangkaian Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 pada 5 hingga 7 Juni 2026 menghadirkan beragam pameran dan aktivitas nan saling melengkapi, antara lain pameran UMKM sektor fashion, food, craft dan Pasar Kangen Digital & Halal dengan menghadirkan sebanyak 260 UMKM, aktivitas Capacity Building Millennial Batik, Latte Art Competition, Kompetisi Robotika, Lomba Bankers Wear Wastra, Talkshow Pengembangan UMKM, sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah, QRIS, dan Pelindungan Konsumen, serta beragam aktivitas edukasi dan kejuaraan nan terbuka bagi masyarakat. 

PERLUAS PASAR UMKM
Ricky juga berambisi aktivitas ini dapat memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan kapabilitas usaha, memperkuat digitalisasi transaksi, serta mendorong terciptanya jejaring upaya nan lebih luas. Kegiatan ini juga diharapkan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal dan memperkuat kontribusi UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi DIY nan inklusif, berkekuatan saing, dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa perekonomian DIY pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,84% (yoy). Capaian itu menempatkan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Jawa, nan mencerminkan ketahanan dan daya saing ekonomi DIY nan terus menguat di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global.

Sejalan dengan tema “Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni”, penyelenggaraan Grebeg UMKM dan DJAMUAN Istimewa menjadi penegasan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada besarnya potensi nan dimiliki, tetapi juga pada keahlian untuk menghubungkan potensi tersebut agar memberi faedah nan lebih luas bagi masyarakat. Wakil Gubernur DIY juga menekankan pentingnya peran UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. 

Oleh lantaran itu, koordinasi lintas lembaga, sinergi antarpemangku kepentingan, serta support terhadap penguatan kapabilitas dan daya saing UMKM perlu terus diperkuat dan diperluas secara berkelanjutan. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia