Bangun Megaproyek Hilirisasi Miliaran Dolar, Inalum Beberkan 2 Isu Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengungkapkan perkembangan terbaru megaproyek hilirisasi aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, nan nilai investasinya mencapai miliaran dolar.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan pembangunan smelter aluminium Mempawah ditargetkan mempunyai kapabilitas produksi sebesar 600.000 ton per tahun. Dengan tambahan kapabilitas tersebut, total kapabilitas produksi aluminium Inalum bakal meningkat menjadi sekitar 900.000 ton per tahun.

"Smelter kedua Mempawah adalah proyek transformasional untuk Inalum lantaran dari mempunyai 275.000 ton kapabilitas aluminium, nantinya bakal menjadi 900.000 ton aluminium dengan menambahkan 600.000 ton smelter baru di Mempawah," ujar Melati dalam RDP berbareng Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, proyek ini memerlukan investasi sekitar US$2,4 miliar dengan skema pendanaan 60% utang dan 40% ekuitas. Meski begitu, dalam pelaksanaannya terdapat dua rumor utama nan menjadi perhatian, ialah pembebasan lahan dan kepastian pasokan daya jangka panjang.

"Isu utama nan kami lihat pastinya pembebasan lahan, kemudian nan kedua kepastian daya jangka panjang melalui pembangunan dan penggunaan PLTU selama 30 tahun. Saat ini kami melakukan review komersial kerja sama power solution berbareng PTBA dan MIND ID," ujarnya.

Oleh karena itu, guna memastikan keberhasilan proyek hilirisasi ini, Inalum meminta support dari Komisi XII DPR dalam perihal pengawasan tata kelola, penguatan izin hilirisasi, serta support akomodasi pasokan listrik.

"Tentunya kami harapkan sinergi antara Inalum, PLN dan pihak mengenai dalam perihal ini PTBA bisa diwujudkan lantaran salah satu keberhasilan dari proyek smelter Mempawah itu adalah captive dari PLTU untuk smelter aluminium. Tanpa support ini hilirisasi bakal melangkah lebih lambat dari sasaran nasional," katanya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News