Bangun 2 Proyek Kilang Bensin, RI Bisa Pangkas Impor BBM 10%

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Cilacap, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan dimulainya pembangunan alias groundbreaking 13 proyek hilirisasi fase ke-2 dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 116 triliun.

Peresmian aktivitas groundbreaking 13 proyek hilirisasi ini dilakukan di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Selain di Cilacap, peresmian juga dilakukan secara serentak di beberapa lokasi, termasuk Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

Acara peresmian ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Menteri Investasi dan Hilirisasi dan CEO Danantara Rosan Roeslani beserta pejabat Danatara lainnya juga turut datang dalam aktivitas peresmian ini, antara lain Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dan CIO Danantara Pandu Sjahrir.

CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan kepada Presiden bahwa peresmian groundbreaking kali ini merupakan lanjutan dari fase pertama di 11 titik nan telah dilakukan pada 6 Februari 2026 lalu.

Dari 13 proyek nan mulai pembangunannya hari ini, Rosan menyebut, 5 proyek di antaranya berasal dari sektor energi, termasuk peningkatan kapabilitas kilang Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tangki BBM.

Rosan membeberkan, lima proyek di sektor daya tersebut antara lain:

  1. Kilang Gasoline (bensin) di Cilacap, Jawa Tengah
  2. Kilang Gasoline (bensin) di Dumai, Riau
  3. Tangki Operasional BBM di Palaran, Kalimantan Timur
  4. Tangki Operasional BBM di Biak, Papua
  5. Tangki Operasional BBM di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Rosan menyebut, pembangunan akomodasi kilang bensin di Dumai dan Cilacap ini bakal menghemat impor BBM sekitar US$ 1,25 miliar per tahun alias setara Rp 21,5 triliun (asumsi kurs Rp 17.255 per US$).

"Memang dalam groundbreaking ini jika kita lihat dari 13 itu ada 5 proyek di sektor energi, ialah pembangunan akomodasi kilang gasoline di Cilacap, Dumai dalam rangka memperkuat ketahanan daya dan mengurangi ketergantungan impor BBM. Dari pembangunan Cilacap dan Dumai ini, ini bakal mengurangi impor kurang lebih 1,25 miliar dolar per tahunnya," tuturnya dalam memberikan laporan kepada Presiden Prabowo saat aktivitas peresmian groundbreaking di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

"Dan juga tentunya seperti nan tadi kami sempat paparkan, pembangunan ketahanan daya bahan bakar desa, BBM di Maumere, Palaran, dan juga di Biak untuk ketahanan pangan ketahanan daya di bagian Timur," ujarnya.

Pangkas Impor BBM 10%

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menjelaskan, potensi penghematan impor bensin sebesar US$ 1,25 miliar tersebut lantaran peningkatan kapabilitas pengolahan BBM, khususnya jenis bensin, di dua kilang tersebut total mencapai sebesar 62.000-70.000 barel per hari (bph).

Dengan tambahan produksi bensin sebesar itu, maka artinya bakal memangkas impor BBM RI sekitar 10% dari kondisi saat ini.

"Karena tadi kan selama ini kan kita itu sebetulnya net importir kan jika untuk BBM itu. Dari kebutuhan dalam negeri kita tuh kurang lebih 1,6 juta barel per day (bph), kita tetap produksi kita kurang lebih 600 (ribu bph), jadi kita impor 1 juta (bph) kan," tuturnya.

"Dan dari impor ini nan sebagian nan paling besar itu adalah gasoline tadi, nan bensin tadi. Nah ini kilang ini unik untuk bensin. Jadi kilang nan di apa namanya di Cilacap dan di Dumai ini dengan kapabilitas tadi kita upayakan kurang lebih 70.000 barel per day ya, walaupun tadi kita kasih bare minimum itu kurang lebih tadi 65.000, 62.000, tapi sasaran kita adalah menjadi 70.000 barel per day. Kalau 70.000 barel per day itu kurang lebih berakibat 10% dari total impor kita nan bakal berkurang," paparnya.

Daftar 5 Proyek Hilirisasi Sektor Energi:

- Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline

BUMN Holding: PT Pertamina (Persero)

Lokasi: Dumai (Riau), Cilacap (Jawa Tengah)

• Pengembangan kapabilitas kilang gasoline (bensin) pada akomodasi eksisting RU II Dumai dan RU IV Cilacap dengan total kapabilitas 62.000 barel per hari (bph) nan ditargetkan beraksi pada Q4 2030.

• Proyek ini mensubstitusi impor bensin hingga 2 juta KL per tahun alias 9,47% gap supply-demand nasional, mendukung pemenuhan Pertamax Series dari produksi domestik, serta menurunkan impor produk sampingan termasuk propylene dan LPG.

• Proyek ini berkontribusi pada penguatan ketahanan daya nasional sekaligus menjaga stabilitas nilai energi, nan pada akhirnya mendukung daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.

- Pembangunan Tangki Operasional BBM

BUMN Holding: PT Pertamina (Persero)

Lokasi: Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), Maumere (Nusa Tenggara Timur)

• Pengembangan tiga Terminal BBM di Palaran (37 ribu KL), Biak (46 ribu KL), dan Maumere (70 ribu KL) dengan total tambahan kapabilitas 153 ribu KL, meningkatkan kapabilitas penyimpanan nasional sebesar 3,1%.

• Dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga dan ditargetkan onstream alias beraksi berjenjang pada 2027 (Maumere) dan 2028 (Palaran, Biak).

• Proyek ini memperkuat keandalan pengedaran energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sehingga mendorong pemerataan pembangunan dan memperkecil kesenjangan nilai antarwilayah.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News