Bangkit dari Wabah Pisang Kepok, TEP ITB Dampingi Warga UPT Keladen Buat Singkong Jadi Tepung Mocaf Bernilai Tinggi

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Bangkit dari Wabah Pisang Kepok, TEP ITB Dampingi Warga UPT Keladen Buat Singkong Jadi Tepung Mocaf Bernilai Tinggi

TEP ITB Dampingi Warga UPT Keladen Buat Singkong Jadi Tepung Mocaf Bernilai Tinggi (Foto: Dokumentasi)

PASER - Petani di UPT Keladen, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, dulu mengandalkan pisang kepok sebagai sumber penghasilan. Namun sejak 2025, tanaman itu terserang jamur dan rusak. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Bandung (ITB) lampau membujuk penduduk beranjak mengolah singkong nan melimpah di sana menjadi tepung mocaf, ialah tepung singkong nan difermentasi.

Selama ini singkong dijual mentah dengan nilai murah, ialah sekitar dua ribu rupiah per kilogram. Mengolah singkong menjadi tepung mocaf menjadi solusi lantaran membikin nilai jual singkong naik, tepung lebih tahan lama disimpan, serta bisa dipakai sendiri oleh penduduk tanpa kudu membeli terigu ke pasar. 

Partini, penduduk UPT Keladen, mengaku sebelumnya tidak tahu langkah mengolah singkong menjadi produk berbobot lebih. 

"Waktu nilai singkong mulai turun, singkong hanya dijual dalam corak mentah. Kita baru kenal mocaf sekarang, di saat nilai singkong anjlok. Setelah diolah, semoga harganya bisa meningkat," ujarnya pada Jumat 25 September 2026.

TEP ITB mengajarkan langkah membikin tepung mocaf lewat training berbareng kader PKK dan penduduk setempat. Caranya sederhana: singkong dipotong, direndam tertutup selama dua hari dengan air ragi, dijemur sampai kering, lampau ditumbuk halus. Alatnya pun hanya peralatan dapur biasa, seperti pisau, ember, terpal, dan nyiru. 

Tepung nan dihasilkan terbukti berkualitas, halus, dan tidak berbau singkong, apalagi langsung dipraktikkan untuk membikin adukan gorengan berbareng warga.

Indri Nurhidayah personil TEP ITB mengungkapkan bahwa tepung mocaf pengolahannya cukup mudah  dan dapat dijadikan produk unggulan desa.

"Tepung mocaf tidak hanya mempunyai potensi ekonomi, tetapi juga mempunyai potensi sebagai pengganti tepung terigu nan susah diperoleh penduduk UPT lantaran jarak tempuh ke pasar nan jauh. Selain itu, pengolahannya cukup mudah dan peserta training sangat antusias untuk mengembangkan tepung mocaf sebagai salah satu produk unggulan di desa mereka," ujarnya.

Hasil olahan tepung mocaf ini telah dipamerkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Keladen agar resmi diangkat menjadi produk unggulan UMKM desa. Program ini diharapkan terus berkembang dengan support dari Disnakertrans Kabupaten Paser. 

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan, menjadikan masyarakat lokal sebagai subjek pembangunan.

"Ketika masyarakat mulai memandang perubahan nyata dan manfaatnya, maka penerimaan itu tumbuh dengan sendirinya. Semua dilakukan secara berjenjang dan pelan-pelan, sesuai perkembangan zaman," ungkapnya usai obrolan The Yudhoyono Institute bertema Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan, dan Ekonomi Global di Hotel Sahid, Minggu (13/4/2026).

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑