Wali Kota Bandung Muhamad Farhan.(MI/NAVIANDRI)
KOTA Bandung terus mempersiapkan diri menghadapi era kepintaran buatan alias Artificial Intelligence (AI). Bandung mempunyai potensi besar untuk menjadi salah satu kota terdepan dalam implementasi AI nan berorientasi pada pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pada aktivitas NGULIK (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi Data dan Statistik) pada Kamis (4/6).
Farhan menyebut, forum ini menjadi momentum krusial untuk menyusun langkah strategis penerapan teknologi AI di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung maupun dalam kehidupan masyarakat.
“Saya merasa sangat senang lantaran pada pagi hari ini kita membahas pemahaman arah peta jalan AI nasional. Ini sangat krusial agar kita bisa bersama-sama menentukan penerapan strategis di lingkungan Pemkot Bandung dan penduduk Kota Bandung,” tuturnya.
Farhan menilai, di tengah percepatan transformasi digital terdapat sejumlah tantangan nan kudu dihadapi. Salah satunya adalah kesiapan sumber daya manusia.
Pemanfaatan teknologi canggih seperti AI memerlukan keahlian dan keahlian nan memadai agar dapat digunakan secara optimal.
Ia juga menyoroti pentingnya keamanan dan etika digital. AI mempunyai keahlian besar dalam mengolah info dan membantu proses pengambilan keputusan.
"Oleh lantaran itu, perlindungan info pribadi kudu menjadi perhatian utama. Jangan sampai perlindungan info pribadi diabaikan sehingga info masyarakat bisa dikuasai, disimpan dan diolah dengan langkah nan salah,” jelasnya.
Bangun kolaborasi
Tantangan lainnya, kata Farhan, adalah membangun kerjasama lintas sektor. Keberhasilan penerapan AI tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, bumi usaha, komunitas, media, masyarakat hingga pemerintah pusat.
Dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi aspek krusial dalam membangun ekosistem AI nan kuat dan berkelanjutan.
"Pemkot menyampaikan apresiasi atas support Komdigi dalam penyelenggaraan forum ini dan menurut saya penerapan AI di lingkungan pemerintahan wilayah kudu bisa memberikan faedah nyata bagi masyarakat," terangnya.
Teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat pelayanan publik, meningkatkan ketepatan pengambilan kebijakan, mendorong efisiensi birokrasi serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Meski demikian, Farhan mengingatkan secanggih apa pun teknologi AI, peran manusia tetap tidak tergantikan. AI tidak bisa menggantikan rasa empati. Sentuhan kemanusiaan tetap menjadi perihal nan sangat krusial dalam pelayanan kepada masyarakat.
"Oleh karena itu, saya membujuk seluruh pemangku kepentingan di Kota Bandung untuk membangun budaya kerja nan terbuka terhadap penemuan dan tidak takut menghadapi perubahan. Saatnya sekarang kita menyelesaikan the last mile of digital transformation. Mari bersama-sama membangun Kota Bandung nan lebih maju melalui pemanfaatan teknologi nan bertanggung jawab dan berpihak kepada masyarakat,” tuturnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·