
Demo chaos di Bandung (Foto: Ist)
BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan selama dua hari menyusul tindakan demonstrasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Selasa 20 Oktober 2026. Aksi tersebut sempat diwarnai penyerangan terhadap polisi dan vandalisme di sejumlah titik di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku prihatin atas kejadian kekerasan nan menyebabkan 11 personil Polrestabes Bandung mengalami luka ringan hingga berat. Para personil kepolisian menjadi korban penyerangan oleh oknum pengunjuk rasa di Jalan Sulanjana, Kota Bandung.
"Hal itu kami serahkan ke kepolisian, kami sampaikan prihatin mendalam," ujarnya.
Selain penyerangan terhadap aparat, tindakan demonstrasi tersebut juga diwarnai perusakan mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Naripan, Bandung. Sejumlah pengunjuk rasa juga melakukan tindakan vandalisme dengan mencoret-coret akomodasi umum di beberapa lokasi.
Menurut Farhan, kesiapsiagaan selama dua hari ke depan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Di sisi lain, Pemkot Bandung saat ini melakukan pembersihan coretan vandalisme di sejumlah akomodasi umum. Upaya tersebut dilakukan untuk memulihkan kondisi lingkungan kota sekaligus menjaga keelokan Bandung agar tetap kondusif dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Pemerintah berambisi situasi keamanan di Kota Bandung tetap kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali melangkah normal.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·