Bandara Soetta, Halim dan Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 08 September 2026 |06:24 WIB

Bandara Soetta, Halim dan Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali dapat melayani penerbangan. (Foto: Okezone.com/AP)

JAKARTA – Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali dapat melayani penerbangan setelah sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta kembali beraksi pada 8 September 2026 mulai pukul 00.30 WIB. Selanjutnya, Bandara Halim Perdanakusuma kembali beraksi mulai pukul 00.40 WIB dan Bandara Husein Sastranegara mulai pukul 00.42 WIB.

“Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga airport siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan jasa airport juga dipastikan siap,” ujar Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim, Selasa (8/9/2026).

Dia mengatakan, prosedur pembukaan kembali airport telah dijalankan, termasuk pembersihan abu vulkanik di seluruh sisi udara (air side), ialah area apron, taxiway, dan runway.

Selain itu, dilakukan uji kekesatan runway nan menunjukkan akomodasi tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk mendukung operasional penerbangan.
Bandara Soekarno-Hatta

General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan, pembukaan kembali operasional Bandara Soekarno-Hatta dilakukan secara berjenjang dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Salah satunya melalui penerapan Air Traffic Flow Management (ATFM) sebagai bagian dari strategi pengendalian arus lampau lintas penerbangan pada fase awal pemulihan.

“Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara berjenjang dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kehadiran dapat kembali melangkah dengan kondusif dan tertib, sekaligus memungkinkan kapabilitas operasional airport dipulihkan secara bertahap,” ujar Heru.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑