Liputan6.com, Jakarta - Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menutup sementara operasional penerbangan sipil pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 07.20 WIB. Berdasarkan NOTAM terbaru, penutupan tersebut diperkirakan berjalan hingga pukul 14.00 WIB.
Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan setelah terdeteksi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Penutupan tersebut dilakukan berasas hasil paper test nan dilaksanakan oleh unit Meteorologi di area Bandara Halim Perdanakusuma, nan menunjukkan adanya indikasi keberadaan abu vulkanik di wilayah operasional bandara," kata General Manager Operasional Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Ali Sudibyo kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
"Atas dasar hasil tersebut, serta melalui koordinasi antara Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah Kerja I, AirNav Indonesia, dan para pemangku kepentingan terkait, diterbitkan NOTAM A3345/26 sebagai pemberitahuan resmi penutupan sementara operasional penerbangan," sambungnya.
Ali mengatakan pihaknya terus memantau kondisi airside serta melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan area operasional memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Menurut dia, keputusan untuk membuka kembali alias memperpanjang penutupan operasional bakal ditentukan berasas hasil pertimbangan kondisi terkini.
"Meliputi hasil pemeriksaan abu vulkanik, info meteorologi, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Apabila terdapat perubahan waktu operasional, info bakal disampaikan melalui NOTAM dan kanal komunikasi resmi," jelasnya.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·