loading...
BRIN pastikan Pulau Biak jadi letak utama Bandar Antariksa Nasional, dengan lahan 100 hektare nan sudah dikuasai dan persetujuan kebanyakan tokoh budaya setempat. Foto: Sindonews/Niko Prayoga
BIAK - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menegaskan Pulau Biak, Papua, tetap menjadi letak utama pembangunan Bandar Antariksa Nasional.
Pertimbangannya bukan baru: kajian saintifik atas wilayah ini sudah melangkah sejak awal 1990-an.
"Itu salah satu letak nan kita anggap sangat efisien lantaran kedekatan dengan orbit. Karena itu adalah wilayah nan memang sudah dari dulu diperhitungkan secara saintifik," kata Arif saat diwawancarai usai Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Posisi geografis Biak nan dekat garis khatulistiwa membikin peluncuran roket lebih irit bahan bakar—prinsip nan sama dipakai akomodasi peluncuran seperti Kourou di Guyana Prancis.
Kebutuhan Lahan: Zona Inti dan Zona Penyangga
Menurut Arif, pembangunan bandar antariksa memerlukan dua kategori lahan:
Zona inti: sekitar 100 hektare, dan lahan ini sudah dimiliki BRIN sejak lama.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·