Banda Aceh Kukuhkan Baitul Mal Gampong untuk Perkuat Tata Kelola Zakat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

, BANDA ACEH, – Pemerintah Kota Banda Aceh mengukuhkan pengurus Baitul Mal Gampong (desa) se-Kota Banda Aceh sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) nan transparan dan akuntabel. Pengukuhan ini bermaksud untuk mengoptimalkan potensi amal nan dinilai cukup besar di tingkat gampong.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyatakan bahwa potensi amal di gampong sangat besar sehingga perlu dibuat identifikasi dan pedoman info nan jelas. Hal ini mencakup pendataan siapa nan menjadi muzakki (pemberi zakat), mustahik (penerima zakat), serta pihak nan mengumpulkan amal agar semuanya dapat dikelola secara transparan.

Illiza menekankan bahwa pengurus Baitul Mal Gampong memegang amanah besar dalam mengelola potensi amal di wilayah masing-masing. Ia menegaskan bahwa pengelolaan amal kudu dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab agar semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Dorong Digitalisasi Pengelolaan ZISWAF

Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan ZISWAF melalui pengembangan aplikasi berbasis digital. Dengan sistem digital ini, masyarakat nantinya dapat menyalurkan amal melalui WhatsApp maupun QRIS.

Selain memudahkan transaksi, pendataan muzakki dan mustahik juga bakal dilakukan secara terintegrasi. Sistem ini diharapkan membikin penyaluran support menjadi lebih tepat sasaran dan efisien.

“Kalau ini bisa dikelola dengan sebaik-baiknya berbareng masyarakat, tokoh masyarakat, dan para keuchik (kepala desa), Insya Allah kesejahteraan masyarakat gampong bakal lebih baik ke depan,” ujar Illiza.

Tantangan Kepercayaan Masyarakat

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Gampong Punge Blang Cut, Marwan Usman, mengungkapkan bahwa program pertama nan bakal dilakukan setelah pengukuhan adalah mendata para muzakki di gampong. Langkah ini merupakan upaya awal untuk mengoptimalkan potensi amal nan ada.

Marwan mengakui bahwa tantangan terbesar nan tetap dihadapi adalah belum tumbuhnya kepercayaan penuh masyarakat terhadap Baitul Mal Gampong. “Banyak tantangannya. Salah satunya para calon muzakki belum percaya penuh kepada Baitul Mal gampong,” katanya.

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, pihaknya bakal mengintensifkan sosialisasi melalui para ustadz serta menerapkan pengelolaan amal nan transparan. Marwan berambisi jumlah muzakki terus bertambah sehingga potensi amal dapat tersalurkan kepada para mustahik, khususnya fakir miskin, secara lebih optimal.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional