Jakarta -
Anggota DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan kehadiran organisasi Jeep PERIKSHA 4X4 merupakan bagian dari upaya membangun nasionalisme. Apalagi di tengah tantangan sosial nan semakin kompleks.
Di tengah dinamika dunia dan dalam negeri nan penuh ketidakpastian, organisasi berbasis kegemaran dengan disiplin tinggi dinilai mempunyai potensi menjadi kekuatan sosial baru nan relevan bagi ketahanan bangsa.
Aktivitas off road menuntut ketahanan fisik, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga keahlian mengambil keputusan dalam kondisi sulit. Nilai-nilai ini selaras dengan konsep bela negara nan menekankan kesiapsiagaan penduduk dalam menghadapi beragam ancaman, baik musibah alam maupun krisis sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nasionalisme di era modern tidak lagi hanya dimaknai dalam konteks umum kenegaraan, tetapi juga melalui praktik keseharian, termasuk dalam organisasi hobi. Komunitas Jeep PERIKHSA 4x4 menjadi contoh gimana nilai bela negara dapat ditanamkan melalui aktivitas nan digemari, seperti off road nan menguji ketahanan, kerja sama tim, dan keahlian mengambil keputusan di medan sulit," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Hal tersebut dia sampaikan seusai melepas Riding Komunitas Jeep 4x4 di Parle Senayan Jakarta, Minggu (19/4).
Ketua Dewan Pembina Komunitas Jeep Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA) 4x4 COMMUNITY ini menuturkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB) mencatat Indonesia mengalami lebih dari 3.000 kejadian musibah sepanjang 2025.
Didominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Dalam banyak kasus, keterbatasan akses ke wilayah terdampak menjadi hambatan utama pengedaran bantuan.
"Di sinilah organisasi kendaraan 4x4 mempunyai kelebihan mobilitas nan tidak dimiliki kendaraan biasa. Berbagai organisasi off road di Indonesia telah terlibat dalam pemindahan dan pengedaran logistik di wilayah terpencil, menunjukkan bahwa organisasi kegemaran dapat beralih bentuk menjadi prasarana sosial non umum nan efektif," kata Ketua DPR RI ke-20 tersebut.
Bamsoet menambahkan Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan ketahanan nasional nan semakin multidimensi, mulai dari ancaman siber, disinformasi, hingga potensi bentrok sosial berbasis identitas.
Model ketahanan nan mengandalkan negara semata tidak lagi cukup. Diperlukan keterlibatan masyarakat sipil nan terorganisir dan mempunyai kapabilitas nyata di lapangan.
Komunitas seperti PERIKHSA ataupun PERlKHSA 4x4, dengan kombinasi disiplin, jaringan, dan mobilitas, mempunyai kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi tersebut.
"Spirit brotherhood nan terbangun dalam organisasi otomotif dan olahraga menembak merupakan modal sosial nan sangat kuat dalam menjaga persatuan bangsa. Anggota PERIKHSA adalah penduduk negara terlatih nan kudu siap berada di garda terdepan berbareng masyarakat lainnya dalam menghadapi beragam ancaman, baik dari dalam maupun luar," kata Ketua Umum (Ketum) PERIKHSA.
Sebagai informasi, datang dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Penasehat PERIKHSA 4x4 Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Presiden PERIKHSA 4x4 Malik Bawazier, dan para personil PERIKHSA 4x4 lainnya.
(anl/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·