Bamsoet Luncurkan Buku Terbaru ke-38 'Politik Hukum Konstitusi'

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali meluncurkan kitab terbaru ke-38 dan Buku Biografi tulisan Wartawan senior Kompas J. Osdar pada 10 September mendatang nan merekam perjalanan panjangnya di bumi politik, parlemen, hukum, hingga pendidikan.

Dua kitab tersebut adalah 'Politik Hukum Konstitusi: Menjembatani Teori Akademis dan Realitas Parlemen' karya Bambang Soesatyo serta 'Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran' karya wartawan senior J. Osdar. Kedua kitab tersebut bakal diluncurkan pada Kamis (10/9/26) di Parle Senayan Park, Jakarta.

Kedua kitab ini mempunyai perspektif pandang berbeda tetapi saling melengkapi. Buku Politik Hukum Konstitusi merupakan refleksi atas pengalaman panjang Bamsoet di parlemen sekaligus bumi akademik. Sedangkan kitab karya J. Osdar merekam perjalanan Bamsoet dari bumi jurnalistik, usaha, organisasi, politik, kepemimpinan lembaga negara, hingga memasuki ruang pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau menunjukkan bahwa pengalaman di parlemen dan teori nan dipelajari di ruang kuliah semestinya saling bertemu. Parlemen memerlukan landasan akademis, sementara bumi akademik juga perlu memahami gimana teori bekerja ketika berhadapan dengan realitas politik dan kepentingan masyarakat," ujar Bamsoet, Rabu (9/9/26).

Bamsoet menjelaskan kitab 'Politik Hukum Konstitusi: Menjembatani Teori Akademis dan Realitas Parlemen' menjadi kitab ke-38 karyanya. Buku tersebut membahas hubungan erat antara hukum, konstitusi, politik, dan proses pembentukan peraturan perundang-undangan. Pengalaman sebagai legislator membuatnya memandang bahwa sebuah undang-undang tidak lahir begitu saja.

"Ada perdebatan substansi, tarik-menarik kepentingan, aspirasi masyarakat, pertimbangan pemerintah, perkembangan teknologi, serta kebutuhan untuk menjaga agar setiap kebijakan tetap berada dalam koridor konstitusi," jelasnya.

Oleh lantaran itu, Bamsoet memasukkan pengalaman empirisnya ke dalam kitab tersebut melalui kolom unik Catatan dari Kursi Parlemen. Kolom ini menjadi ruang untuk memperlihatkan gimana sebuah teori norma dan ketatanegaraan berhadapan dengan persoalan nyata dalam proses legislasi.

"Teori norma nan dipelajari di kampus sering kali terasa berbeda dengan realita saat menyusun undang-undang di parlemen. Di sana, pendapat diuji melalui perdebatan panjang untuk menemukan jalan terbaik bagi kepentingan bangsa," kata Bamsoet.

Dia memaparkan, kitab kedua, 'Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran' karya J. Osdar menghadirkan perspektif berbeda mengenai perjalanan dirinya. Buku tersebut merekam transformasi seorang tokoh nan pernah berada di beragam ruang pengabdian, mulai dari wartawan, pengusaha, aktivis organisasi, politisi, ketua DPR dan MPR, hingga pendidik.

Kiprah Bamsoet di bumi pendidikan antara lain tercermin melalui keterlibatannya dalam pendirian Universitas Perwira Purbalingga (Unperba), serta aktivitasnya sebagai pengajar Pascasarjana Ilmu Hukum di sejumlah perguruan tinggi. Mulai menjadi pengajar pascasarjana di Universitas Borobudur, Universitas Pertahanan, Universitas Terbuka hingga Universitas Jayabaya.

"Pengalaman di parlemen memberikan banyak pelajaran mengenai gimana negara mengambil keputusan. Pengalaman itu kemudian saya bawa ke ruang kuliah agar mahasiswa memahami bahwa hukum, politik, dan kebijakan publik mempunyai hubungan nan sangat erat dengan kehidupan masyarakat," ujar Bamsoet.

Dua kitab nan bakal diluncurkan tersebut melengkapi sejumlah kitab nan telah ditulis Bamsoet sebelumnya. Buku ke-1 karya Bamsoet adalah Rahasia Sukses dan Biografi Pengusaha Indonesia nan terbit pada tahun 1988; Buku ke-2 berjudul HIPMI, Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha diterbitkan pada tahun 1989; Buku ke-3 ialah Mahasiswa dan Lingkaran Politik nan dirilis pada tahun 1989; Buku ke-4 berjudul Kelompok Cipayung, Gerakan dan Pemikiran / Mahasiswa Gerakan dan Pemikiran terbit pada tahun 1990; Buku ke-5 adalah Mahasiswa & Budaya Kemiskinan di Indonesia nan dipublikasikan pada tahun 1990; Buku ke-6 berjudul Kelompok Cipayung, Pandangan dan Realita nan diterbitkan pada tahun 1991; Buku ke-7 ialah Masa Depan Bisnis Indonesia 2020 / Ekonomi Indonesia 2020 nan dirilis pada rentang tahun 1995/1998.

Buku ke-8 berjudul Skandal Gila Bank Century diterbitkan pada tahun 2010; Buku ke-9 adalah Perang-Perangan Melawan Korupsi nan terbit pada tahun 2011; Buku ke-10 berjudul Pilpres Abal-Abal Republik Amburadul nan dirilis pada tahun 2011; Buku ke-11 berjudul Republik Galau: Presiden Bimbang, Negara Terancam Gagal terbit pada tahun 2012.

Buku ke-12 ialah Skandal Bank Century di Tikungan Terakhir Pemerintahan SBY-Boediono nan diterbitkan pada tahun 2013; Buku ke-13 berjudul Presiden dalam Pusaran Politik Sengkuni nan dirilis pada tahun 2013; Buku ke-14 berjudul 5 Kiat Praktis Menjadi Pengusaha No. 1 terbit pada tahun 2013; Buku ke-15 adalah Indonesia Gawat Darurat nan dipublikasikan pada tahun 2014; Buku ke-16 berjudul Republik Komedi ½ Presiden nan diterbitkan pada tahun 2015; Buku ke-17 berjudul Ngeri-Ngeri Sedap: Catatan Kritis dan Kumpulan Tulisan Ketua Komisi III DPR RI dirilis pada tahun 2017 saat dia menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI ke-7.

Selanjutnya, kitab ke-18 adalah Akal Sehat nan diterbitkan pada tahun 2019; Buku ke-19 berjudul DPR Adem di Bawah Bamsoet terbit pada tahun 2020 saat dia memimpin lembaga legislatif sebagai Ketua DPR RI ke-20; Buku ke-20 berjudul Jurus 4 Pilar: Merangkul Milenial Menjaga Suhu Politik dirilis pada tahun 2020; Buku ke-21 adalah Negara Butuh Haluan nan dipublikasikan pada tahun 2021; Buku ke-22 berjudul Tetap Waras Jangan "Ngeres" terbit pada tahun 2021; Buku ke-23 berjudul Indonesia Era Disrupsi: Utak Atik Politik Negara di Era Disrupsi dan Pandemi diterbitkan pada tahun 2022; Buku ke-24 adalah Vaksinasi Ideologi: Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa nan dirilis pada tahun 2022; Buku ke-25 hingga ke-29 merupakan rangkaian kompilasi jilid 1 sampai 5 berjudul Bunga Rampai Opini Bambang Soesatyo 2007-2022 nan diterbitkan pada tahun 2022.

Buku ke-30 berjudul PPHN Tanpa Amendemen diterbitkan pada tahun 2023; Buku ke-31 berjudul Haluan Negara Menuju Indonesia Emas dirilis pada tahun 2023; Buku ke-32 adalah Konstitusi Butuh 'Pintu Darurat': Urgensi Memulihkan Wewenang Subjektif Superlatif MPR RI nan terbit pada tahun 2024 dari pemikiran Ketua MPR RI ke-15; Buku ke-33 berjudul Legacy MPR RI Periode 2019-2024: Pilar Demokrasi dan Landasan Hukum Negara dipublikasikan pada tahun 2024.

Berikutnya, kitab ke-34 berjudul Empat Pilar MPR RI: Strategi Konsensus Kebangsaan Menyongsong Bonus Demografi terbit pada tahun 2024; Buku ke-35 adalah Amandemen ke-5 Konstitusi: Menata Ulang Sistem Ketatanegaraan nan dirilis pada tahun 2025; Buku ke-36 berjudul Evaluasi Kritis Pemilihan Umum Langsung: Nomor Piro, Wani Piro - Revitalisasi Ketetapan MPR diterbitkan pada tahun 2025, dan kitab ke-37 nan baru menjalani soft launching adalah 1001 Gagasan untuk Golkar: Panduan Eksekusi Strategi Politik, Organisasi, dan Pengabdian pada tahun 2026.

Bamsoet juga menerbitkan kitab berkata Inggris dan bahasa Indonesia (Dua Bahasa) berjudul Save People Care For Economy melalui Amazon pada tahun 2020. Sebagai Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan (Unhan), Bamsoet menulis kitab ajar berjudul Politik Hukum dan Kebijakan Publik pada tahun 2024. Ia juga menyusun kitab ajar akademis berjudul Pembaruan Hukum nan diterbitkan pada tahun 2024.

Perjalanan hidup dan pemikiran Bamsoet juga diabadikan oleh rekan-rekan wartawan, diawali dengan kitab Dari Wartawan ke Senayan nan terbit pada tahun 2018. Selanjutnya terbit kitab otobiografi peringatan ulang tahun ke-60 berjudul 60 Tahun Meniti Buih di Antara Karang pada tahun 2022.

Perjalanan tersebut bersambung dengan terbitnya kitab Bambang Soesatyo News Maker pada tahun 2023. Kemudian datang kitab Biografi Politik Bambang Soesatyo: Pemimpin Adaptif di Era Disrupsi nan dirilis pada tahun 2024. Rekan wartawan juga menulis kitab Politik, Pers, dan Jejak Langkah Kebangsaan: Catatan Personal dalam Arus Perubahan nan terbit pada 2025.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News