Bali mulai tergeser sebagai destinasi favorit turis Australia setelah info terbaru Biro Statistik Australia alias Australian Bureau of Statistics (ABS), nan menunjukkan Jepang menyalip Indonesia sebagai tujuan liburan Asia terpopuler pada Februari 2026.
Menanggapi perihal itu, pengamat pariwisata sekaligus Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Prof Azril Azahari Ph.D, menilai pergeseran tersebut menjadi sinyal perubahan preferensi turis Australia nan sekarang semakin mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan destinasi nan berkualitas.
Menurutnya, turis pascapandemi tidak lagi hanya mencari pemandangan alias nilai murah, tetapi juga mempertimbangkan aspek safety, security, kebersihan, sanitasi, serta kemudahan mobilitas.
“Sekarang perilaku turis sudah berubah. Mereka lebih memandang keamanan, kebersihan, dan kenyamanan selama berlibur,” ujar Prof Azril, saat dihubungi kumparan pada Selasa (21/4).
Ia menilai Bali menghadapi sejumlah persoalan klasik nan belum tertangani optimal, mulai dari kemacetan parah saat musim liburan, persoalan sampah, hingga rumor kejahatan terhadap turis asing.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi gambaran Bali di mata turis mancanegara, termasuk pasar Australia nan selama ini dikenal loyal.
Prof Azril mencontohkan waktu tempuh dari airport ke area wisata nan sekarang bisa menyantap waktu hingga berjam-jam akibat kemacetan.
Menurutnya, pengalaman liburan nan tidak efisien dapat membikin turis mempertimbangkan destinasi lain nan lebih tertata.
Di sisi lain, Jepang dinilai sukses menawarkan pengalaman wisata nan lebih konsisten, bersih, aman, dan terorganisir. Selain itu, negara tersebut juga dinilai bisa menghadirkan beragam destinasi di luar kota utama, sehingga turis mempunyai banyak pilihan.
Meski demikian, dia menegaskan Indonesia tetap mempunyai kesempatan besar untuk merebut kembali pasar Australia, jika bisa melakukan pembenahan serius. Salah satunya dengan mengembangkan destinasi alternatif, seperti Mentawai nan dinilai mempunyai daya tarik kuat bagi turis Australia, khususnya pecinta selancar.
“Kalau akses dan infrastrukturnya dibenahi, Mentawai bisa jadi magnet baru. Ombaknya kelas bumi dan sangat diminati visitor Australia,” katanya.
Ia pun mendorong pemerintah pusat dan wilayah segera melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap tata kelola pariwisata Bali, termasuk kapabilitas turis, kualitas lingkungan, keamanan, serta pengedaran wisata ke destinasi lain, agar Indonesia tidak terlalu berjuntai pada Bali semata.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·