Jakarta -
Menteri Sosial RI (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan beragam support untuk 1.430 penduduk rentan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka Bakti Sosial Kemensos di Sentra Paramita Mataram.
Kehadiran Gus Ipul disambut hangat melalui penampilan Gendang Belek dari SLBN 1 Lombok Barat. Dua siswa berprestasi SRMP 18 Lombok Barat, Mulyadi dan Febrian Abdullah turut mengalungkan tenun kepada Gus Ipul dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Suasana kemudian semakin semarak lewat tarian kreasi, pidato dua bahasa, dan penampilan paduan bunyi siswa Sekolah Rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Ipul menyerahkan support sosial secara simbolis kepada beberapa perwakilan penerima manfaat. Total support nan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB mencapai Rp 2.627.214.435.
"Ini memang support ATENSI, asistensi rehabilitasi sosial, untuk kelompok-kelompok rentan nan membutuhkan. Penyandang disabilitas, family nan tidak bisa menebus piagam anaknya, bisa juga family nan sudah menikah lama tapi belum pernah mengurus surat nikah maupun KK," ujar Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Bantuan tersebut mencakup operasi katarak bagi 500 PM (Penerima Manfaat), khitanan masal bagi 100 PM, penerima perangkat bantu disabilitas bagi 100 PM, ATENSI KP Napza dan ODHIV 50 PM, ATENSI TSKPO 8 PM, Tebus Ijasah 24 PM, ATENSI LKSA 20 PM, bebas pasung 10 PM, ATENSI bagi pasien Kusta 10 PM, ATENSI pemberdayaan bagi 273 orang tua siswa Sekolah Rakyat, isbat nikah 15 PM, jasa terapi 10 PM, Rumah Sejahtera Terpadu 1 PM, ATENSI AMPK dan Edukasi Pencegahan Kekerasan 223 PM, ATENSI Sarana Kamar dan Alat Bantu Aksesibilitas Lansia 63 PM, ATENSI Kewirausahaan KP. NAPZA dan ODHIV 23 PM.
Operasi katarak dilaksanakan di dua lokasi, ialah RS Mandalika Lombok Tengah untuk 355 penerima faedah dan RSUD Bima untuk 165 penerima manfaat.
Bagi Gus Ipul, bantuan-bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran program, melainkan ikhtiar kehadiran negara di tengah persoalan nyata nan dihadapi masyarakat.
Salah satu momen nan mencuri perhatian adalah saat Gus Ipul memanggil pasangan Awaludin dan istrinya. Setelah 23 tahun menikah, keduanya akhirnya memperoleh support isbat nikah dan pengurusan Kartu Keluarga.
"Mereka sudah menikah 23 tahun. Sebelumnya tidak punya surat nikah, sebelumnya tidak punya KK," kata Gus Ipul.
"Hari ini alhamdulillah akhirnya mereka berdua bisa mengurus surat nikah. Dan sekaligus KK-nya, semuanya dibantu oleh Dirjen Rehsos Kemensos," sambungnya.
Menurut Gus Ipul, tetap banyak family nan sebenarnya memerlukan uluran tangan, tetapi tidak pernah betul-betul terlihat penderitaannya.
"Yang krusial hari ini, kita diajak oleh Presiden untuk membantu mereka nan tidak terlihat. Keluarga nan mungkin kesulitan menyampaikan aspirasinya, harapannya, lantaran banyak kendala. Mungkin hambatan psikologis, hambatan sosial, maupun juga geografis dan juga kendala-kendala nan membikin mereka tidak bisa memperoleh support semestinya dari pemerintah," kata Gus Ipul.
Dalam kesempatan itu, beberapa siswa SRMP 18 tampil percaya diri menyampaikan kesan pesannya. Salah satunya Lusiana Safara (14), nan bercerita bahwa selama 10 bulan berguru di Sekolah Rakyat dia merasa senang lantaran bisa belajar gratis, berjumpa banyak teman, dan menikmati akomodasi nan menurutnya sangat baik.
Gus Ipul juga menyaksikan simulasi pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) oleh pembimbing Verra Selviana menggunakan smartboard, menunjukkan akomodasi pendidikan nan sekarang dinikmati siswa Sekolah Rakyat.
Menanggapi, Gus Ipul menyebut perubahan anak-anak terlihat cukup jelas dibanding kunjungannya beberapa bulan lalu.
"Bisa kita lihat sendiri perkembangannya. Anak-anak lebih percaya diri, sudah mulai terlihat talent-nya, dan bisa berbincang dengan baik di depan umum. Itu perkembangan nan istimewa," kata Gus Ipul.
Menjelang akhir kegiatan, Gus Ipul juga berpotret berbareng sejumlah perwakilan penerima support atensi, sembari menyampaikan pesan nan hangat.
"Saya mau bapak ibu, adik-adik semuanya, ke depan bisa lebih berdaya, menjadi family nan mandiri, bisa menjadi generasi nan kuat dan hebat," ucap Gus Ipul.
Suasana penutupan semakin mengharukan ketika Aiman (13), penyandang disabilitas netra, membawakan lagu Perahu Kertas di hadapan para tamu undangan dan Gus Ipul.
Suaranya nan bening menutup rangkaian aktivitas dengan hangat.
Sebagai informasi, aktivitas ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, Kepala Sekolah SRMP 18 Lombok Barat Satria Irwandi, Forkopimda Provinsi NTB, Kepala Dinas Provinsi NTB Asisten I Fathul Gani, serta Sekretaris PWNU NTB Daud Nurjani.
(prf/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·