Bakat Muda Sumatra Tunjukkan Daya Juang Menuju Final di Audisi Umum PB Djarum

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Gabriel Christalyno, atlet asal Medan, bertindak saat Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Sabtu (11/7). Foto: PB Djarum

Persaingan memperebutkan 6 Super Tiket dari jalur kejuaraan di Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru nan bergulir di GOR Angkasa, Sabtu (11/7), semakin sengit dan sarat emosi. Hanya tersisa 12 atlet putra nan tetap kudu berjuang di babak semifinal dan 6 atlet putri di babak final baik dari U-11, KU-11, KU-12.

Selain jalur kompetisi, peserta juga tetap berkesempatan meraih Super Tiket melalui jalur pilihan Tim Pencari Bakat. Tim Pencari Bakat PB Djarum, Yuni Kartika, menyatakan bahwa antusiasme tinggi dalam Audisi Umum PB Djarum menunjukkan bahwa ekosistem bulu tangkis Sumatera tetap hidup dan berkembang.

Baginya, kebenaran bahwa bibit-bibit muda terus bermunculan dari beragam wilayah adalah sinyal positif bagi masa depan bulu tangkis Indonesia. Meskipun audisi di wilayah lain Indonesia sempat jarak beberapa tahun, potensi nan ada di wilayah tetap menjadi sasaran utama bagi PB Djarum untuk memastikan regenerasi atlet nasional tidak terputus.

“Kami cukup ceria memandang ekosistem bulu tangkis tetap tetap melangkah dengan baik di luar Jawa. Poin utamanya adalah gimana potensi-potensi nan ada di wilayah tetap menjadi sasaran bagi kami. Ini sangat positif bagi bulu tangkis Indonesia lantaran menunjukkan bahwa semangat melahirkan atlet baru tidak pernah padam meski audisi di pulau-pulau lain seperti Sumatera dan Sulawesi sempat terhenti dalam beberapa tahun terakhir,” kata Yuni.

Legenda bulu tangkis; Yuni Kartika, Leonard Holvy De Pauw, Andreas Adityawarman, Richard Mainaky; saat Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Sabtu (11/7). Foto: PB Djarum

Dalam memantau talenta putri nan masuk ke babak semifinal, peraih lencana perak di Asian Games 1994 di Hiroshima itu mencatat bahwa secara kebanyakan tetap banyak aspek dasar nan perlu diperbaiki. Namun, dia memberikan apresiasi kepada beberapa klub di luar Jawa nan telah mempunyai standar training dasar dengan benar.

Standardisasi ini sangat krusial lantaran memudahkan proses pembinaan lanjutan saat atlet masuk ke PB Djarum. Yuni menekankan tiga aspek utama untuk mendeteksi talenta spesial saat mengambil keputusan seperti di Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru.

“Untuk kategori putri, saya memandang ada tiga perihal nan membikin seorang atlet terlihat istimewa, ialah footwork nan efektif, talenta membidik titik pukul nan pas, serta kemandirian karakter di lapangan. Kami mencari talenta atlet muda nan tidak terus-menerus menengok ke pelatihnya, tapi tahu kapan dia salah dan tahu perihal nan kudu dilakukan saat menghadapi musuh nan lebih besar alias lebih kecil. Karakter alias kemandirian seperti ini sangat kami nilai,” jelasnya.

Salah satu talenta muda nan bisa menunjukkan determinasi dalam setiap penampilannya di Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru adalah Ray Ethan Jourell asal Jambi. Peserta berumur sembilan tahun ini bersaing di kategori U-11 putra dan sempat dihadapkan dengan situasi emosional lantaran kudu menghadapi adik kandungnya sendiri di babak 16 besar dan menang 21-8, 26-24.

Ray Ethan Jourell bertindak saat Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Sabtu (11/7). Foto: PB Djarum

Setelah momen tersebut, Ray kembali tampil impresif di perempat final Audisi Umum PB Djarum - Pekanbaru. Meladeni musuh asal PB Semen Padang, Azka Putra Kesuma, dia tuntaskan pertandingan dua gim langsung 21-18, 21-9. Mencapai semifinal, membikin langkah atlet bimbingan PB Speed Jambi ini semakin percaya diri dengan sasaran utamanya ialah meraih Super Tiket.

“Saya senang bisa lolos ke semifinal, meskipun di pertandingan sebelumnya kudu mengalahkan adik sendiri. Tadi permainan saya cukup bagus, tapi tetap banyak kekurangan, terutama soal kaki nan kurang cepat," kata Ray.

"Biasanya jika sudah masuk gim kedua, saya mulai lemas dan tidak tahan capek, tapi saya kudu tetap semangat untuk lanjut. Target saya menjadi juara. Kalau kelak capek, saya bakal coba tarik napas pelan-pelan dan berupaya semaksimal mungkin menuntaskan permainan," lanjut atlet nan baru naik ke kelas 4 Sekolah Dasar.

Sementara itu, sikap pantang menyerah dan daya juang tinggi dalam mengejar mimpi, juga diperlihatkan Sahelma Hafsa Nurfa dari Pratama Club Riau. Walau mengalami cedera pergelangan kaki saat tampil di pertandingan semifinal Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru, Sahelma menolak menyerah.

Sahelma Hafsa Nurfa cedera pergelangan kaki saat Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Sabtu (11/7). Foto: PB Djarum

Tertatih, menahan sakit, hingga air mata mengalir deras dari matanya, Sahelma tidak putus asa, dia berjuang sekuat tenaga mendulang poin demi poin. Di luar dugaan, atlet nan bersaing di sektor KU-11 putri ini menutup pertandingan dengan kemenangan 21-19, 21-18 atas Naura Hasanah Anindya.

“Tadi rasanya saya mau menyerah. Rasanya tidak mau melanjutkan pertandingan lantaran cedera kaki membikin saya susah melangkah dan melompat. Tapi pembimbing terus menguatkan dan menyemangati. Saya berambisi saya bisa meneruskan perjuangan masuk PB Djarum dengan melewati babak final besok,” kata Sahelma.

Beralih ke kategori KU-11 putra, langkah Gabriel Christalyno peserta nan datang dari Medan terbilang mulus setelah sukses memenangkan tiga pertandingan dan menembus babak semifinal. Gabriel memulai penampilannya di Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru dengan kemenangan 21-4, 21-13.

Lalu, dia juga bisa meraih kemenangan dua gim langsung 21-10, 21-12 saat berjumpa atlet PB Angkasa Prestasi Gemilang, Darren Ho di babak 16 besar. Atlet berumur 11 tahun ini pun sukses mencapai semifinal saat kembali menghentikan langkah pemain tuan rumah lainnya, Pranaja Yasky Al Ghani dengan hasil akhir 21-12, 21-13.

“Saya berterima kasih bisa lolos sampai semifinal melawan peserta-peserta nan kemampuannya dahsyat di Pekanbaru. Meskipun terus meraih kemenangan, saya merasa belum menunjukkan permainan terbaik. Saya tetap sering salah memprediksi bola masuk dan keluar. Saya bakal terus berjuang dan juga berdoa, agar mendapatkan hasil terbaik di audisi. Menjadi atlet hingga ke level internasional adalah cita-cita saya dan saya percaya itu membikin bangga orang tua saya,” ujar Gabriel.

Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru diikuti oleh 306 peserta dan bergulir mulai 7 hingga 12 Juli di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau. Ikuti info pembaruan seputar Audisi Umum PB Djarum 2025 di website pbdjarum.org, media sosial IG dan Tiktok @pbdjarumofficial dan YouTube @pbdjarum-official.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan