Bakal Kembali Blusukan, Apa Jokowi Masih Relevan?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Rencana Presiden ketujuh RI Joko Widodo untuk kembali blusukan dinilai sebagai upaya untuk menguji magnet elektoralnya usai tak lagi menjabat sebagai presiden.

Rencana blusukan Jokowi usai kesehatannya disebut kembali pulih, diumumkan Projo sebagai salah satu organisasi relawannya nan paling militan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Projo, Freddy Alex Damanik mengungkapkan, Jokowi rencananya bakal perdana blusukan pada Juni mendatang, dan letak pertama nan bakal menjadi tujuan adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Freddy, hubungan seorang mantan Presiden dengan rakyat sebagai perihal biasa dan banyak dilakukan mantan presiden terdahulu. Dia bilang, Jokowi bakal datang ke NTT lantaran diundang untuk menghadiri pengembangan komoditas rumput laut nan dibangun oleh masyarakat.

"Dalam demokrasi, tokoh nasional tetap boleh berinteraksi dengan masyarakat. Semua mantan Presiden bumi juga tetap aktif berbicara, memberi inspirasi, menghadiri forum, alias turun ke masyarakat. Selama tidak melanggar," katanya, Senin (18/5).

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menyebut rencana Jokowi untuk kembali blusukan sebagai upaya untuk menguji magnet elektoralnya. Sebab, berbeda dengan para mantan presiden lain, nan mempunyai rumah politik alias partai, Jokowi persis tak memilikinya.

Meski anak sulungnya, Kaesang Pangarep sekarang memimpin PSI, Jokowi tak secara resmi menduduki posisi struktural di partai. Sehingga, blusukan bisa dilihat sebagai langkah apakah Jokowi tetap relevan dengan kondisi politik saat ini.

"Sehingga di titik inilah beliau kudu menguji, magnet elektoralnya setelah 1,5 tahun tidak menjabat, apakah tetap relevan dengan panggung politik kita alias sebaliknya," ujar Agung saat dihubungi, Selasa (19/5).

Agung menilai Jokowi effect nan selama ini banyak dipuji dalam kontestasi elektoral, hanya bakal terus berfaedah selama dirawat dengan aktivitas politik nan konkret, salah satunya dengan blusukan.

Jokowi memilih NTT lantaran selama ini menjadi pedoman politiknya di luar Jawa. Menurut Agung, Jokowi mau merawat legacy alias peninggalannya selama menjadi presiden. 

"Sehingga, ini perlu diantisipasi apalagi menjelang pemilu dimulai," katanya.

Wanti-wanti manuver politik

Sementara, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an mewanti-wanti manuver politik Jokowi di kembali rencana untuk kembali blusukan,

Ali berpendapat, meski di satu sisi rencana blusukan diklaim bisa membantu program pemerintahan Presiden Prabowo, dia juga memberi catatan, praktiknya bisa menjadi bumerang.

"Artinya, membantu pemerintah saat ini sekaligus manuver politik untuk meningkatkan posisi tawar di 2029," kata Ali saat dihubungi, Selasa (19/5).

Menurut Ali, manuver tersebut bisa dilakukan Jokowi dengan membandingkan capaian di masa pemerintahannya dengan pemerintahan saat ini di bawah Prabowo. Situasi itulah nan bisa menyebabkan blusukan Jokowi, alih-alih mendukung pemerintahan, namun bisa sebaliknya.

Terlebih, kata dia, pemerintah saat ini tengah dihantam rumor ekonomi lewat kenaikan nilai tukar rupiah dan anjloknya indeks nilai saham campuran (IHSG).

"Tapi nan bahaya, jika dosis manuver politiknya lebih dominan, itu bisa kontra produktif dengan pemerintahan saat ini, lantaran mesin politik 2029 bakal memanas lebih awal, di saat berbarengan situasi ekonomi lagi berat (dollar dan IHSG)," ujarnya.

(thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional