Jakarta - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bakal mengevaluasi penyelenggaraan program Sekolah Swasta Gratis (SSG) alias sekolah cuma-cuma di Jakarta. Evaluasi dilakukan menyusul tetap adanya kejuaraan pungutan dari sekolah, meski lembaga penerima program dilarang menarik biaya dari siswa.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan pertimbangan dilakukan lantaran program sekolah cuma-cuma tetap melangkah pada tahun pertama penerapan. Pemprov DKI mau merapikan penyelenggaraan di lapangan, termasuk pengawasan terhadap sekolah penerima program.
"Penganggaran kami di 2027 tetap di nomor 103, lantaran mempertimbangkan kualitas dan memberikan ini kan kudu sustainable. Plus kami juga mau terus merapikan hal-hal nan di dalam pelaksanaannya banyak masukan katakanlah sekolah swasta," kata Nahdiana dalam rapat kerja berbareng Komisi E DPRD DKI Jakarta, Senin (25/5/2026).
Nahdiana menyinggung adanya masukan dan pengaduan masyarakat mengenai pungutan di sekolah swasta gratis. Menurut dia, persoalan seperti biaya aktivitas sekolah hingga pungutan saat penerimaan siswa baru menjadi perhatian Disdik DKI.
"Kalau di rapat kemarin ini sebenarnya cuma-cuma apa separuh cuma-cuma kan gitu kemarin. Itu pun kami mau merapikan dari sisi monitoring," ujarnya.
Ia menegaskan sekolah penerima program sekolah cuma-cuma dilarang menarik pungutan dalam corak apa pun kepada siswa. Ketentuan tersebut telah diatur secara tegas dalam izin program.
"Penerima sekolah swasta cuma-cuma dilarang memungut apa pun. Bahkan di dalam patokan itu sudah clear kita katakan, contoh besok SPMB, nggak boleh tarik blangko lantaran biaya sekolah cuma-cuma itu termasuk biaya untuk SPMB," tegas Nahdiana.
Menurutnya, pembiayaan sekolah cuma-cuma telah mencakup beragam kebutuhan operasional sekolah, termasuk honor pembimbing dan aktivitas siswa. Karena itu, sekolah tidak diperkenankan lagi meminta biaya tambahan kepada orang tua.
"Jadi kelak jika kegiatan-kegiatan anaknya udah nggak boleh ditarik lagi. nan sering dalam swasta itu kan begitu pengaduan nan masuk ke kami, aktivitas nan ditarik biayanya, awal dari masuk aktivitas ditarik biayanya, terus kelak ujian, nggak boleh ujian lantaran belum bayar," jelasnya.
Nahdiana menerangkan program sekolah cuma-cuma mulai diuji coba pada 2025 di 40 sekolah swasta. Pada 2026 jumlahnya bertambah menjadi 103 sekolah dan bakal tetap dipertahankan pada nomor tersebut di 2027 sembari menunggu hasil pertimbangan menyeluruh.
"Yang 2026 bakal jalan di bulan Juli. Nanti di bulan Juli 2026 bakal ada 103. Sehingga ketika tahun pertama memang terlambat, akhirnya kami belum utuh mendapatkan feedback evaluasi," katanya.
Selain memastikan sekolah cuma-cuma melangkah tanpa pungutan, Disdik DKI juga mengevaluasi kualitas sekolah penerima program. Nahdiana mengatakan besaran pembiayaan bakal disesuaikan dengan capaian mutu masing-masing sekolah.
(bel/yld)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·