Bak Tikus Mati di Lumbung Padi, Negara Kaya Minyak Dihantam Krisis BBM

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan drone Ukraina nan berjalan tanpa henti terhadap wilayah-wilayah nan diduduki Rusia mulai menimbulkan akibat nyata terhadap keahlian logistik Moskow. Selain mengganggu jalur pasokan militer, operasi tersebut juga memperparah krisis bahan bakar minyak (BBM) nan sebelumnya telah dipicu oleh serangan jarak jauh Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia.

Salah satu wilayah nan paling terdampak adalah Krimea, semenanjung nan dianeksasi Rusia pada 2014 dan hingga sekarang tetap menjadi pusat sengketa internasional. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah itu dilaporkan mengalami kesulitan logistik serius, mulai dari gangguan pengedaran hingga kelangkaan pasokan.

Gangguan tersebut sebagian besar berangkaian dengan serangan Ukraina terhadap jalan raya utama dan jembatan strategis nan menghubungkan Kota Rostov di Rusia selatan dengan Krimea melalui Kota Mariupol nan diduduki Rusia.

Jalur tersebut mempunyai makna krusial bagi operasi militer Rusia di wilayah selatan Ukraina.

Sejak perang skala penuh Rusia-Ukraina pecah, Krimea berulang kali digunakan sebagai pangkalan peluncuran drone dan rudal untuk menyerang beragam wilayah Ukraina. Infrastruktur militer Rusia di area tersebut menjadi salah satu komponen krusial dalam operasi tempur Moskow.

Selain kegunaan militernya, Krimea juga mempunyai nilai ekonomi dan sosial nan besar bagi Rusia.

Dengan suasana nan hangat menyerupai area Mediterania serta garis pantai nan panjang, wilayah tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu lokasi wisata musim panas favorit penduduk Rusia.

Analis lembaga ahli filsafat Atum Mundi nan berbasis di Prancis, Clément Molin, menggambarkan koridor tersebut sebagai urat nadi utama keberadaan Rusia di area itu.

"Jalan itu pada dasarnya adalah tulang punggung pendudukan Rusia di wilayah selatan," kata Molin kepada BBC, dikutip Rabu (10/6/2026).

Menurut Molin, sejak awal Mei Ukraina telah melancarkan sekitar 300 serangan drone terhadap truk-truk nan melintas di jalur logistik tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 30 kendaraan nan menjadi sasaran merupakan truk tangki pengangkut bahan bakar.

Ia menambahkan bahwa intensitas serangan meningkat secara signifikan sepanjang bulan ini, menunjukkan adanya upaya sistematis dari Kyiv untuk menekan keahlian pengedaran logistik Rusia.

Data nan disampaikan komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, menunjukkan akibat operasi tersebut mulai terlihat secara nyata.

Menurut Brovdi, lampau lintas kargo militer Rusia di jalur tersebut turun hingga 71% dalam periode antara akhir Mei hingga awal Juni.

Penurunan drastis itu menjadi indikasi bahwa serangan drone Ukraina tidak hanya berkarakter simbolis, tetapi mulai mengganggu rantai pasokan nan menopang operasi militer Rusia di wilayah pendudukan.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News