Jakarta, CNBC Indonesia - Norwegia menyita kapal ekspedisi Rusia Professor Molchanov di wilayah Arktik untuk membantu perusahaan daya Ukraina, Naftogaz, menagih tukar rugi atas aset nan disita Rusia di Krimea. Nilai putusan kompensasi tersebut mencapai US$4,22 miliar alias sekitar Rp74,27 triliun.
Penyitaan dilakukan pada larut malam 2 September di Barentsburg, permukiman pertambangan batu bara nan dioperasikan Rusia di kepulauan Svalbard, berasas ketentuan perjanjian Svalbard 1920. Rusia langsung mengecam langkah tersebut sebagai tindakan pembajakan dan memanggil duta besar Norwegia untuk menyampaikan protes keras.
Kementerian Luar Negeri Rusia menilai kebijakan Norwegia terhadap aktivitas Rusia di Svalbard telah melanggar norma internasional.
"Organisasi dan penduduk negara Rusia nan beraksi di kepulauan tersebut pada dasarnya berada dalam kondisi terblokade," kata kementerian tersebut dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters, Jumat (4/9/2026).
Di sisi lain, Gubernur Svalbard Lars Fause mengatakan Norwegia siap membantu awak dan penumpang kapal nan mau kembali ke Rusia.
"Kami sedang menjalin komunikasi dengan ketua Barentsburg dan siap mencari langkah untuk memulangkan orang-orang tersebut ke Rusia dengan aman," ujarnya kepada TV2.
Kementerian Kehakiman Norwegia menegaskan sengketa kapal tersebut merupakan persoalan antara Naftogaz dan Rusia, bukan bentrok nan melibatkan pemerintah Oslo. Perintah penyitaan telah dikeluarkan pengadilan distrik pada 31 Agustus dan mewajibkan gubernur Svalbard memastikan kapal tidak dipindahkan.
Naftogaz telah menempuh proses norma sejak 2016 untuk mendapatkan kompensasi atas asetnya nan diambil Rusia setelah pendudukan Krimea. Pada April 2023, pengadilan arbitrase di Den Haag memerintahkan Rusia bayar US$4,22 miliar, ditambah kembang dan biaya hukum, tetapi Moskow menolak mengakui yurisdiksi pengadilan dan menyatakan tidak bakal membayar.
"Rusia tidak bisa mengelak dari tanggung jawab hanya dengan menolak mematuhi putusan arbitrase internasional," kata Plt. CEO Naftogaz Sergii Fedorenko.
Pengacara Naftogaz, Clovis Trevino dari Covington, memperkirakan Rusia bakal menggugat penyitaan tersebut di pengadilan. Menurutnya, total tanggungjawab Rusia kepada Naftogaz sekarang mencapai sekitar US$6 miliar alias Rp105,6 triliun setelah memperhitungkan kembang dan biaya.
"Kami perlu memenangkan satu lagi pertarungan norma agar bisa melelang kapal tersebut dan mendapatkan biaya bagi pengguna kami; itulah tujuan utamanya," ujarnya.
Professor Molchanov tiba di Barentsburg pada 1 September membawa rombongan intelektual Rusia. Kapal sepanjang 71 meter nan dibangun di Finlandia pada 1982 itu dapat membawa 32 awak dan 52 penumpang serta digunakan untuk ekspedisi ilmiah dan pelayaran komersial. Naftogaz menyatakan bakal terus mengejar aset Rusia di beragam negara hingga putusan tukar rugi tersebut dibayarkan.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·