Bak Astronot, Ini Potret Pakaian Perawat Jerman Tangani Pasien Ebola

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung komplit saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026. (REUTERS/Maryam Majd)

Para petugas kesehatan mengenakan perangkat pelindung diri (APD) komplit saat mengikuti tur media di akomodasi isolasi pasien Ebola di Berlin, Jerman, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut digelar oleh Charité beberapa hari setelah rumah sakit itu memulangkan seorang penduduk negara Amerika Serikat nan dinyatakan sembuh dari Ebola, sekaligus memperagakan simulasi penanganan pasien dengan penyakit mematikan tersebut. (REUTERS/Maryam Majd)

Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung komplit saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026.

Pasien nan diidentifikasi sebagai misionaris medis Peter Stafford itu dirawat di Klinik Virchow Charité sejak 20 Mei setelah tertular Ebola saat merawat pasien di Republik Demokratik Kongo (DRC). (REUTERS/Maryam Majd)

Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung komplit saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026.

Rumah sakit menyatakan kondisi pasien membaik signifikan setelah menjalani terapi antivirus campuran serta beragam tindakan medis pendukung. (REUTERS/Maryam Majd)

Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung komplit saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026.

Dalam keterangannya, Charité menyebut tidak ada lagi virus Ebola nan terdeteksi pada tubuh Stafford sejak 30 Mei. Gedung Putih menjelaskan pasien dan keluarganya dibawa ke Jerman lantaran letak Berlin sekitar 12 jam lebih dekat dari DRC dibandingkan Amerika Serikat. (REUTERS/Maryam Majd)

Para petugas kesehatan di klinik Virchow Berlin mengenakan perlengkapan pelindung komplit saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi mereka untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026.

Direktur Medis Departemen Penyakit Menular dan Perawatan Intensif Charité, Leif Erik Sander, mengatakan akomodasi isolasi unik di Virchow mempunyai kapabilitas untuk merawat hingga 20 pasien secara berbarengan tanpa mengganggu operasional rumah sakit.  (REUTERS/Maryam Majd)

Ruang isolasi untuk pasien Ebola di klinik Berlin Virchow di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026.

Unit tersebut merupakan satu-satunya akomodasi di Jerman nan menggabungkan jasa penyakit menular dan perawatan intensif dalam satu lokasi. (REUTERS/Maryam Majd)

Para petugas kesehatan dari klinik Virchow di Berlin nan mengenakan perlengkapan pelindung komplit menjalani dekontaminasi akhir sebelum keluar dari ruang isolasi Ebola saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026.

Bangsal isolasi unik Charité dirancang untuk menangani penyakit nan sangat menular dan menakut-nakuti jiwa, termasuk kejadian biologis, kimia, radiologis, dan nuklir (CBRN). Seluruh staf nan menangani pasien wajib mengenakan busana pelindung unik sekali pakai dengan prosedur dekontaminasi ketat.  (REUTERS/Maryam Majd)

Para petugas kesehatan dari klinik Virchow di Berlin nan mengenakan perlengkapan pelindung komplit menjalani dekontaminasi akhir sebelum keluar dari ruang isolasi Ebola saat institut tersebut memberikan tur melalui stasiun isolasi untuk pasien Ebola di Berlin, Jerman, 9 Juni 2026.

Sander memperingatkan pandemi penyakit seperti Ebola diperkirakan bakal semakin sering terjadi akibat perubahan ekosistem, pertumbuhan populasi, dan meningkatnya mobilitas manusia, sehingga akomodasi unik semacam ini menjadi semakin krusial di masa depan. (REUTERS/Maryam Majd)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News