Para petugas kesehatan mengenakan perangkat pelindung diri (APD) komplit saat mengikuti tur media di akomodasi isolasi pasien Ebola di Berlin, Jerman, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut digelar oleh Charité beberapa hari setelah rumah sakit itu memulangkan seorang penduduk negara Amerika Serikat nan dinyatakan sembuh dari Ebola, sekaligus memperagakan simulasi penanganan pasien dengan penyakit mematikan tersebut. (REUTERS/Maryam Majd)
Pasien nan diidentifikasi sebagai misionaris medis Peter Stafford itu dirawat di Klinik Virchow Charité sejak 20 Mei setelah tertular Ebola saat merawat pasien di Republik Demokratik Kongo (DRC). (REUTERS/Maryam Majd)
Rumah sakit menyatakan kondisi pasien membaik signifikan setelah menjalani terapi antivirus campuran serta beragam tindakan medis pendukung. (REUTERS/Maryam Majd)
Dalam keterangannya, Charité menyebut tidak ada lagi virus Ebola nan terdeteksi pada tubuh Stafford sejak 30 Mei. Gedung Putih menjelaskan pasien dan keluarganya dibawa ke Jerman lantaran letak Berlin sekitar 12 jam lebih dekat dari DRC dibandingkan Amerika Serikat. (REUTERS/Maryam Majd)
Direktur Medis Departemen Penyakit Menular dan Perawatan Intensif Charité, Leif Erik Sander, mengatakan akomodasi isolasi unik di Virchow mempunyai kapabilitas untuk merawat hingga 20 pasien secara berbarengan tanpa mengganggu operasional rumah sakit. (REUTERS/Maryam Majd)
Unit tersebut merupakan satu-satunya akomodasi di Jerman nan menggabungkan jasa penyakit menular dan perawatan intensif dalam satu lokasi. (REUTERS/Maryam Majd)
Bangsal isolasi unik Charité dirancang untuk menangani penyakit nan sangat menular dan menakut-nakuti jiwa, termasuk kejadian biologis, kimia, radiologis, dan nuklir (CBRN). Seluruh staf nan menangani pasien wajib mengenakan busana pelindung unik sekali pakai dengan prosedur dekontaminasi ketat. (REUTERS/Maryam Majd)
Sander memperingatkan pandemi penyakit seperti Ebola diperkirakan bakal semakin sering terjadi akibat perubahan ekosistem, pertumbuhan populasi, dan meningkatnya mobilitas manusia, sehingga akomodasi unik semacam ini menjadi semakin krusial di masa depan. (REUTERS/Maryam Majd)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·