Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan pengganti pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram (kg) melalui pengembangan Compressed Natural Gas (CNG). Hal itu mengingat, tingginya beban subsidi daya hingga saat ini.
Belum lagi, Bahlil menekankan impor LPG nasional sudah mencapai 7 juta ton per tahun. Menurutnya, gas jenis CNG bakal jauh lebih ekonomis lantaran berasal langsung dari produksi gas alam domestik nan melimpah.
Dia menyebut pengembangan tabung CNG ukuran 3 kg itu bermaksud untuk memberikan opsi daya nan lebih terjangkau bagi masyarakat sembari memperkuat kedaulatan energi.
"Tetapi untuk nan 3 kg-nya ini baru mau dibuat. Ya kita mau dan ini cost-nya lebih murah 30-40%," ujarnya dalam aktivitas Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, Sabtu (2/4/2026).
Rencana pengembangan CNG 3 kg itu juga dipicu oleh besarnya anggaran negara nan kudu dialokasikan untuk subsidi LPG setiap tahunnya.
Bahlil mencatat, nilai shopping LPG nasional menyentuh nomor Rp 137 triliun per tahun, di mana sebesar Rp 80-87 triliun di antaranya kudu disubsidi oleh negara.
"Masalahnya adalah pertanyaan nan selalu saya dapat info kenapa kita tidak membikin LPG dalam negeri? Padahal kita gas melimpah. Gas kita nggak pernah impor lagi lho," tegasnya.
Bahlil memaparkan hambatan utama produksi LPG domestik terletak pada komposisi gas alam Indonesia nan minim kandungan C3 dan C4 sebagai bahan baku utama LPG. Sebaliknya, persediaan gas bumi Indonesia lebih didominasi oleh jenis C1 dan C2 nan sangat melimpah namun lebih cocok dikonversi menjadi gas pipa alias CNG.
"Saya bilang tidak ada urusan untuk efisiensi kebaikan dan pelayanan rakyat apa pun kita pertaruhkan untuk kita wujudkan agar kita mandiri," imbuhnya.
Selain CNG, pemerintah juga mendorong proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor lainnya. Proyek tersebut ditargetkan untuk mengolah batu bara kalori rendah nan tersedia dalam jumlah besar di dalam negeri menjadi produk daya baru.
"DME ini adalah hasil hilirisasi daripada batu bara low calorie untuk kita konversi dia untuk menjadi pengganti LPG," pungkasnya.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·