Bahlil Buka-Bukaan Persoalan Batu Bara ke Pembangkit PLN

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan mengenai kebutuhan daya primer alias batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero). Hal ini menjawab rumor mengenai kurangnya stok batu bara untuk PLTU PLN.

Sejatinya, kata Bahlil, kebutuhan daya primer PLN per tahun sebanyak 154 juta ton batu bara. di mana pemerintah sudah memberikan tugas kepada perusahaan batu bara kurang lebih mencapai 190 juta ton.


"Yang sudah dilakukan konfirmasi dari 190 juta ton itu 150-160 juta ton. Sudah dilakukan perjanjian 134 juta ton, artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta ton tinggal kurang 20 juta ton nan belum kontrak," terang Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) berbareng Komisi XII DPR, Senin (15/6/2026).

Untuk menyelesaikan perihal itu, kata Bahlil, beberapa waktu nan lampau pihaknya sudah melakukan rapat dengan PLN. Atas rapat itu diketahui bahwa PLN memerlukan batu bara nan mempunyai kelas medium, namun semakin hari, kata bahlil, batu bara jenis medium semakin sedikit.

"Sementara medium semakin hari semakin sedikit dan harganya murah di mana kita bikin patokan US$ 70 per ton. Sementara SR-nya di atas 10 sampai 12, nilai jual ke PLN itu untuk perusahaannya tidak ada, itu nan jadi trouble. Ini nan kita minta untuk diprioritaskan," terang Bahlil.

Adapun atas pengarahan Presiden RI Prabowo Subianto, kata Bahlil, untuk menyelesaikan persoalan daya primer itu, pemerintah membentuk Tim Pengadaan berbareng dengan PLN, Inspektur Jenderal (Irjen), Dirjen Minerba dan juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Agar tidak ada bohong diantara kita, jangan sampai baku tipu terus diantara kita," tegas Bahlil.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News