Bahaya Bagi Pesawat! Abu Vulkanik Anak Krakatau Terbang 50.000 Kaki

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - AirNav Indonesia melalui International NOTAM Office menerbitkan ASHTAM VAWR3760 pada 7 September 2026 pukul 09.10 WIB mengenai perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta ASHTAM VAWR9818 pada pukul 08.20 WIB mengenai aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Untuk Gunung Anak Krakatau, ASHTAM VAWR3760 menetapkan status peringatan Merah (Colour Code Red Alert), dengan sebaran abu vulkanik teridentifikasi hingga Flight Level 500 (FL500) alias sekitar 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 15 knot (sekitar 28 km/jam). Kemudian sebaran abu vulkanik pada ketinggian hingga Flight Level 150 (FL150) alias sekitar 15.000 kaki, bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot.

ASHTAM juga menyebut adanya abu vulkanik pada ketinggian tinggi nan telah terpisah dari sumber gunung berapi dan bergerak ke arah barat daya, nan diperkirakan bakal menipis alias menghilang dalam waktu 12-18 jam. Sementara itu, emisi abu vulkanik secara terus-menerus hingga FL150 bergerak ke arah barat.

Kondisi tersebut berada dalam Flight Information Region (FIR) Jakarta alias wilayah info penerbangan Jakarta. Untuk airport terdampak (affected aerodrome) maupun rute pelayanan lampau lintas penerbangan terdampak (affected ATS routes) menjadi prioritas perhatian dalam pengelolaan ruang udara nan dilakukan Airnav Indonesia.

Untuk Gunung Ibu, ASHTAM VAWR9818 menetapkan status peringatan Oranye (Colour Code Orange Alert). Berdasarkan pemantauan, sebaran abu vulkanik Gunung Ibu teridentifikasi hingga Flight Level 070 (FL070) alias sekitar 7.000 kaki dan bergerak ke arah utara dengan kecepatan 10 knot (sekitar 19 km/jam). Laporan dari darat menunjukkan emisi abu vulkanik nan tetap berjalan (ongoing volcanic ash emissions). Abu vulkanik teridentifikasi melalui gambaran satelit, namun pada pengamatan terbaru tertutup oleh awan meteorologis.

Penumpang nan terdampar rehat saat Bandara Internasional Soekarno Hatta ditutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin, 7/9/2026. REUTERS/Ajeng Dinar UlfianaPenumpang nan terdampar rehat saat Bandara Internasional Soekarno Hatta ditutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin, 7/9/2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana Foto: Penumpang nan terdampar rehat saat Bandara Internasional Soekarno Hatta ditutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, Banten, Senin, 7/9/2026. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Aktivitas Gunung Ibu berada dalam FIR Ujung Pandang alias wilayah info penerbangan Ujung Pandang. Berdasarkan ASHTAM VAWR9818, tidak terdapat airport terdampak maupun rute penerbangan terdampak.

"Untuk diketahui, ASHTAM merupakan info aeronautika unik mengenai aktivitas gunung berapi dan abu vulkanik, nan diterbitkan untuk menyampaikan info mengenai keberadaan, ketinggian, dan pergerakan abu vulkanik nan dapat memengaruhi ruang udara. Informasi ini menjadi auan krusial bagi pengguna ruang udara dalam melakukan perencanaan dan penyelenggaraan penerbangan," ungkap EVP of Corporate Secretary AirNav Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulisnya.

AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan dan penilaian terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan pergerakan abu vulkanik berasas info nan diterima melalui sistem info aeronautika. Informasi tersebut menjadi bagian dari dasar pengelolaan ruang udara dan penyampaian info keselamatan penerbangan kepada pengguna ruang udara.

ASHTAM VAWR3760 mengenai Gunung Anak Krakatau bertindak mulai 7 September 2026 pukul 09.10 WIB hingga 8 September 2026 pukul 09.10 WIB. Sementara ASHTAM VAWR9818 mengenai Gunung Ibu bertindak mulai 7 September 2026 pukul 08.20 WIB hingga 8 September 2026 pukul 08.20 WIB.

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News